Kayu yang terbentuk oleh kayu keras sangat berbeda dengan kayu lunak. Kayu lunak hanya terdiri dari beberapa jenis sel, memiliki struktur yang relatif sederhana dan sering tidak memiliki penampilan yang khas. Kayu keras terdiri dari proporsi yang sangat beragam dengan jenis sel yang berbeda sehingga mempunyai karakteristik yang unik. Karakteristik yang unik dari kayu keras , membuat kayu ini banyak digunakan untuk furnitur, panel dan dekorasi lainnya. Perbedaan struktur kayu keras dan kayu lunak secara mikroskopis akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Kayu lunak hanya terdiri atas beberapa sel yang signifikan (Gambar 1), sedangkan kayu keras terdiri atas beragam jenis sel (Gambar 2). Sel panjang dikenal sebagai takeid longitudinal terdiri dari 90-95% dari volume kayu lunak. Sel jari-jari (ray) (baik jari-jari trakeid atau jari-jari parenkim) merupakan sisa dari xilem kayu lunak. Meskipun beberapa jenis sel dapat muncul, mereka merupakan bagian kecil dari volume kayu lunak. Kayu keras terdiri dari sekurangnya empat jenis sel utama, masing-masing sel merupakan bagaian yang signifikan dari volume kayu. Jenis sel utama dari kayu keras dapat dilihat pada Tabel 1.

Struktur kayu lunak
Sumber: Shmulsky et al. 2011

Gambar 1 Struktur kayu lunak

Struktur kayu keras
Sumber: Shmulsky et al. 2011

Gambar 2 Struktur kayu keras

2. Hanya kayu keras yang memiliki pembuluh, struktur terdiri dari unsur-unsur pembuluh

3. Pada kayu keras lebar jari-jari (ray) bervariasi dalam dan antar spesies. Mereka biasanya lebih luas dari kebanyakan jari-jari uniseriat pada kayu lunak. Kecuali pada jari-jari fusiform, jari-jari kayu lunak merupakan satu sel lebar (atau kadang-kadang dua) ketika dilihat secara tangensial. Secara keseluruhan, sel jari-jari terdiri atas 5-7% dari total volume kayu lunak. Jari-jari kayu keras dengan lebar berkisar dari 1 sel sampai 30 sel atau lebih pada beberapa spesies. Jari-jari ini dapat lebih dari 30% dari volume xilem kayu keras dengan rata-rata sekitar 17%.

4. Baris radial lurus dari sel merupakan ciri-ciri dari kayu lunak, tetapi umumnya tidak pada kayu keras. Sel kayu lunak selaras pada baris radial lurus dalam bentuk paralel, dengan jari-jari spokelike lurus. Setiap baris sel dibentuk oleh fusiform tunggal dalam kambium. Jari-jari kayu keras jarang selaras pada baris radial lurus seperti unsur kayu lainnya. Distorsi dari orientasi murni radial terjadi disekitar unsur pembuluh besar.

5. Serat kayu keras jauh lebih pendek dari trakeid kayu lunak. Panjang trakeid pada kayu lunak rata-rata 3-4 mm, sedangkan serat dari kayu keras memiliki panjang rata-rata kurang dari 1 mm. Hal ini mengakibatkan trakeid kayu lunak sering lebih disukai sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas. Panjang serat merupakan faktor penting dalam penentu dari kekuatan kertas.

Tabel 1 Jenis sel utama dari kayu keras

Jenis
sel

Proporsi
volume xilem pada tipe sel*

Serat trakeid+

15-60

Unsur pembuluh

20-60

Parenkim longitudinal

0-24

Jari-jari parenkim

5-30

Keterangan:
*Dalam suatu spesies, proporsi relatif dari berbagai jenis sel cukup konsisten. Antara spesies dan kelompok spesies (genus), proporsi berbagai sel dapat sangat bervariasi
+ Termasuk dalam kategori ini adalah beberapa jenis sel: variasi serta trakeid sebenarnya dan unsur transisi antara serat dan unsur pembuluh atau antara serat dan parenkim longitudinal

 

Sumber:

Haygreen GJ, Bowyer JI. 1993. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Diterjemahkan oleh Sutjipto A. Hadikusumo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Shmulsky R, Jones PD, Lilley K. 2011. Forest Products and Wood Science An Introduction. Edisi ke-6. USA: Wiley-Blackwell.