Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan & PerkembanganPada perbincangan sehari-hari, kita tentunya sering mendengar kata tumbuh dan juga berkembang. Tumbuh sering dikaitkan dengan tinggi, besar, dan panjang. Adapun berkembang sering dikaitkan dengan perubahan bentuk. Adapun pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan akan dibahas pada artikel berikut ini.

Sebelumnya ada bisa baca artikel (mengenai Pengertian dan Ciri-ciri Tumbuhan)

  1. Pertumbuhan

Secara harfiah, pertumbuhan diartikan sebagai perubahan yang dapat diketahui atau ditentukan berdasarkan sejumlah ukuran atau kuantitasnya.

Pertumbuhan meliputi bertambahnya ukuran, volume, berat, atau jumlah sel. Contohnya, seorang anak yang menjadi tinggi. Pada tingkat sel, pertumbuhan terjadi karena pembelahan sel dan penambahan ukuran sel.

Proses yang terjadi pada pertumbuhan adalah suatu kegiatan yang irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Akan tetapi, pada beberapa kasus, proses tersebut dapat reversible (terbalikkan) karena pada pertumbuhan terjadi pengurangan ukuran dan jumlah sel akibat kerusakkan sel atau dediferensiasi sel. Sebagai contoh, jika Anda akan memperbanyak tumbuhan melalui cara vegetatif, bagian manakah yang akan Anda pakai? Bunga, buah, ataukah batang? Pilihannya tentu akan jatuh pada batang. Walaupun semua organ tersebut memiliki aktivitas pembelahan sel, semuanya disusun oleh jenis sel yang berbeda. Bunga dan buah merupakan organ reproduksi yang disusun oleh sel-sel reproduktif atau embrionik, sedangkan cabang atau batang disusun oleh sel-sel tubuh atau somatik.

Sel-sel tubuh (somatik) memiliki potensi untuk tumbuh kembali membentuk jaringan yang sama, sedangkan sel embrionik tidak. Dengan aktivitas perbanyakan sel tersebut, akan dihasilkan kembali sel-sel meristematis yang akan menjadi batang, akar, daun, dan bagian reproduktif.

Adapun sel embrionik akan mati karena tidak ada sokongan sel lainnya. Selama proses tumbuhnya akar, batang, ataupun daun pertumbuhan dapat dikuantifikasi dalam bentuk panjang akar, jumlah daun, tinggi tumbuhan, atau bahkan berat total tumbuhan. Berdasarkan gambaran tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pertumbuhan merupakan perubahan kuantitatif dari ukuran sel, organ, atau keseluruhan organisme.

  1. Perkembangan

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif (bentuk dan sifat) organisme atau bagiannya yang melibatkan perubahan struktur serta fungsi yang lebih kompleks. Seperti yang telah Anda ketahui, organ kulit pada manusia tumbuh bersamaan dengan bertambahnya ukuran tubuh. Akan tetapi, ketika mencapai kedewasaan, hanya pada bagian tertentu dari tubuh kita mulai bermunculan rambut tambahan. Selain itu, organ-organ tertentu mulai tumbuh membesar, seperti bagian dada pada perempuan dan jakun pada laki-laki.

Mengapa semua itu hanya tumbuh pada masa tertentu saja, tidak bersamaan dengan pertumbuhan organ lainnya? Pada tumbuhan, perkembangan erat kaitannya dangan pembentukan organ-organ tumbuhan dan perubahan bentuk dari embrio atau biji hingga menjadi tumbuhan utuh. Suatu hal yang patut kita pahami dalam perkembangan adalah adanya diferensiasi sel.

Organ tumbuhan seperti akar, batang, dan daun, semuanya tersusun atas berbagai jaringan. Susunan jaringan ini, mirip pada berbagai kelompok tumbuhan. Perlu diketahui, bahwa semua jaringan pada tumbuhan berasal dari satu jaringan, yaitu jaringan meristem. Bagaimanakah sel jaringan meristem berubah menjadi sel-sel jaringan lain? Pada perkembangan tumbuhan, terdapat mekanisme yang menyebabkan sel-sel muda berkembang menjadi bermacam-macam sel atau jaringan dewasa, mekanisme ini disebut diferensiasi. Dengan kata lain, diferensiasi adalah proses beratur yang menyebabkan sel dengan struktur dan fungsi sama, menjadi berbeda. Hal tersebut terjadi selama hidup tumbuhan dan selalu diikuti oleh perubahan fisiologis yang kompleks.

Diferensiasi menghasilkan sel, jaringan, dan organ terspesialisasi untuk fungsi yang berbeda. Contoh mudah mengenai diferensiasi dapat kita temukan pada pembentukan bunga. Amati dari mana bunga tersebut berasal. Apakah sama dengan awal mulanya tumbuh tunas? Mengapa pada bagian tersebut yang tumbuh justru bunga? Pada proses diferensiasi, dapat terjadi dua hal penting, yakni perubahan struktural yang akan mengarah pada pembentukan organ, serta perubahan kimiawi yang dapat meningkatkan kemampuan sel.

Luka pada tumbuhan dapat merusak pola struktural tumbuhan tersebut. Misalnya, karena tumbuhan dimakan oleh herbivora, jaringan pengangkut di batang atau daun rusak. Contoh lain, patahnya cabang-cabang tumbuhan oleh tiupan angin yang kuat. Jika terjadi luka, sel-sel dekat daerah luka merespons terhadap kerusakan dengan melakukan dediferensiasi. Artinya, sel-sel tersebut kembali menjadi bersifat meristematik, memprogram ulang gen-gennya dan bersiap-siap untuk melakukan diferensiasi.

Putusnya seludang pembuluh menginduksi pembelahan sel-sel parenkim di sekitar luka. Hal tersebut membentuk lapisan yang menghubungkan ujung-ujung ikatan pembuluh. Lapisan jaringan parenkim ini kemudian berdediferensiasi menjadi jaringan pembuluh yang menghubungkan jaringan pembuluh dan menutup luka. Karena mekanisme dediferensiasi ini, perkembangan dapat dikatakan bersifat reversibel (dapat terbalikkan).

 

Sumber:

Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 3. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi U. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 3. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sembiring L, Sudjino. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

730 IKM Pemegang ETPIK Menggunakan Deklarasi Ekspor (update 25 Januari 2015)

Dengan adanya peraturan terbaru tekait ketentuan ekspor produk kehutanan (Permendag No. 97/M-DAG/PER/10/2014 tentang Ketentuan Ekspor Industri Kehutanan), ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh eksportir diantarannya wajib ETPIK dan Dokumen V-legal.

Permendag No. 97/M-DAG/PER/10/2014 menyatakan bahwa khusus IKM Mebel pemilik ETPIK yang belum memiliki S-LK dapat menggunakan Deklarasi Ekspor sebagai pengganti Dokumen V-Legal. Terdapat 15 HS Produk Industri Kehutanan pada Lampiran I B Permendag No. 97/M-DAG/PER/10/2014 yang dapat diekspor dengan menggunakan Deklarasi Ekspor.

Dibawah ini merupakan daftar 730 IKM Pemegang ETPIK Menggunakan Deklarasi Ekspor (update 25 Januari 2015). daftar IKM pemegang ETPIK menggunakan deklarasi ekspor ini bisa berubah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

No Nama Perusahaan Propinsi Kabupaten
1 CV. AGUNG JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
2 CV. AVANTI COLLECTION Jawa Barat Kab. Cirebon
3 CV. CASSINI COLLECTION Jawa Barat Kab. Cirebon
4 CV. CIPTA PERSADA Jawa Barat Kab. Cirebon
5 CV. DWI PUTRA MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
6 CV. GLOBALINDO ENTERPRISE Jawa Barat Kab. Cirebon
7 CV. HANIF RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
8 CV. HOME FASHIONS INDONESIA Jawa Barat Kab. Cirebon
9 CV. KHARISMA JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
10 CV. MANUNGGAL FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
11 CV. PESONA RATTAN NUSANTARA Jawa Barat Kab. Cirebon
12 CV. TAHTA SAMUDERA Jawa Barat Kab. Cirebon
13 CV. TROPICA Jawa Barat Kab. Cirebon
14 CV. CITRA BASIC FURNITURE Jawa Barat Kab. Majalengka
15 CV. CANTIK RATTAN Jawa Barat Kota Cirebon
16 CV. HERMANN Jawa Barat Kota Cirebon
17 CV. TRIPOLAR Jawa Barat Kota Cirebon
18 CV. TROPICALIA Jawa Tengah Kab. Jepara
19 MUJI JAYA CITRA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Jepara
20 UD. JEPARA ASIA MAS FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
21 CV. ANNA CRAFT DI Yogyakarta Kab. Bantul
22 CV. NATURAL HOUSE DI Yogyakarta Kab. Bantul
23 CV. SIJI LIFESTYLE DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
24 CV. JATI PRIMA Jawa Timur Kab. Banyuwangi
25 CV. SURYA GEMILANG Jawa Timur Kab. Gresik
26 CV. MAESTRO TECHNOLOGI INDUSTRY Jawa Timur Kab. Gresik
27 UD. UTOMO Jawa Timur Kab. Gresik
28 KPRI BINA KARYA MANDIRI SURABAYA Jawa Timur Kota Surabaya
29 CV. ALCO TIMBER IRIAN Papua Barat Kab. Teluk Wondama
30 UD. BUMI JAYA Gorontalo Kota Gorontalo
31 HARAPAN KARYA INDAH Banten Kota Tangerang
32 CV. KAYA MULIA Banten Kota Tangerang
33 CV. BERKAT BINTANG SEJATI Banten Kota Tangerang
34 CV. RAINBOW TRIKARSA MANDIRI Banten Kab. Tangerang
35 CV. ATEXINDO JAYATAMA Banten Kab. Tangerang
36 CV. SHANIQUA MARIGOLD BAMBOO Banten Kab. Lebak
37 CV. SINAR UTAMA PAPUA Papua NULL
38 UD. PANCA PUTRA Sulawesi Utara Kota Tomohon
39 CV. WALE WOLOAN HEXATAMA Sulawesi Utara Kota Tomohon
40 CV. REXINDO KWALITAS Sulawesi Utara Kota Tomohon
41 CV. ALAM JAYA PRIMA Sulawesi Tengah Kota Palu
42 CV. YALSA PERDANA Sulawesi Tengah Kota Palu
43 CV. UNGGUL UTAMA Sulawesi Tengah Kota Palu
44 CV. TRISAKTI Sulawesi Tengah Kota Palu
45 CV. RIDHA Sulawesi Tengah Kota Palu
46 UD. SUMBER JATI Sulawesi Selatan NULL
47 UD. LUEBE Nusa Tenggara Timur Kab. Kupang
48 WULAN BALI JAYA Bali Kota Denpasar
49 UD. BALE AYU Bali Kota Denpasar
50 PERMATA PUTRI Bali Kota Denpasar
51 NUANSA BALI Bali Kota Denpasar
52 INTAN SANGGRAHA INTERNATIONAL Bali Kota Denpasar
53 ERA BALI MESARI Bali Kota Denpasar
54 CV. WULAN BALI Bali Kota Denpasar
55 CV. TRANSINDO MANDIRI Bali Kota Denpasar
56 CV. SURYA ARISTA VERDITH Bali Kota Denpasar
57 CV. MARGAN LAST DIAMOND Bali Kota Denpasar
58 CV. KOLOMBO BALI Bali Kota Denpasar
59 CV. BALI SUN Bali Kota Denpasar
60 CV. BALI MADE Bali Kota Denpasar
61 CV. BALI EXPRESS INTERNATIONAL Bali Kota Denpasar
62 CV. BALI BINA UTAMA Bali Kota Denpasar
63 CV. ANGKUTAN KEMASINDO MANDIRI Bali Kota Denpasar
64 BALI SORGA UTAMA Bali Kota Denpasar
65 FA. ARI Bali Kab. Gianyar
66 CV.SANJIWANI Bali Kab. Gianyar
67 CV. WIRYA NANDA Bali Kab. Gianyar
68 CV. NURI BALI Bali Kab. Gianyar
69 CV. NATURAL BALI Bali Kab. Gianyar
70 CV. GANGGA SUKTA Bali Kab. Gianyar
71 CV. BUNGA HARIMAU Bali Kab. Gianyar
72 CV. BATU INBALI Bali Kab. Gianyar
73 CV. BALI BAKTI ANGGARA Bali Kab. Gianyar
74 AYU ANDITYA Bali Kab. Gianyar
75 CV. DIAN BALI PERTIWI Bali Kab. Badung
76 CV. CASA BALI Bali Kab. Badung
77 CV. ARAH SEJAHTERA INTERNASIONAL Bali Kab. Badung
78 BALI PERSADA INTERNATIONAL Bali Kab. Badung
79 TERRACE HOUSE BALI Bali Kab. Tabanan
80 CV. MUTIARA INTERNATIONAL Bali Kab. Tabanan
81 KOPERASI PRODUSEN BALI TARU DEWATA Bali Kab. Jembrana
82 KOPERASI SERBA USAHA Kalimantan Selatan Kota Banjar Baru
83 CV. RADJA MAIWA Kalimantan Timur Kota Samarinda
84 CV. BORNEO PIONEER Kalimantan Timur Kota Balikpapan
85 UD. AKSELERASI Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya
86 CV. SMILE GUMAS Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya
87 PO. INTER NUSA JASATAMA Kalimantan Barat Kota Pontianak
88 CV PUSAKA DAMAI SENTOSA Kalimantan Barat Kota Pontianak
89 CV. PRIMANTARA Kalimantan Barat Kota Pontianak
90 CV. MARAGA MAJU KARYA Kalimantan Barat Kota Pontianak
91 AROMANA WOOD FURNITURE INDUSTRY Kalimantan Barat Kota Pontianak
92 CV. PUTRA SIANTAN Kalimantan Barat Kab. Pontianak
93 CV. ALAM INDAH LESTARI Kalimantan Barat Kab. Pontianak
94 CV. ABDUL BERSAMA Kalimantan Barat Kab. Pontianak
95 PD. SIDODADI MEGAH JAYA Jawa Timur Kab. Sidoarjo
96 UD BERDIKARI Jawa Timur Kota Batu
97 UD. MAHAKAM RAYA Jawa Timur Kota Surabaya
98 CV.MANDIRI UNICANE Jawa Timur Kota Surabaya
99 CV. WAROENG JATI Jawa Timur Kota Surabaya
100 CV. SUMBER KAYU MAS Jawa Timur Kota Surabaya
101 CV. SINAR BAJA ELECTRIC Jawa Timur Kota Surabaya
102 CV. PRIMASINDO JAYA ABADI Jawa Timur Kota Surabaya
103 CV. PAPUA SIDO MAKMUR Jawa Timur Kota Surabaya
104 CV. KARTIKA GRAHA Jawa Timur Kota Surabaya
105 CV. INDO RAYA Jawa Timur Kota Surabaya
106 CV. EMMANUEL ROTAN Jawa Timur Kota Surabaya
107 CV. DWI ARTHA BERJAYA Jawa Timur Kota Surabaya
108 CV. BANGKIT SEJAHTERA Jawa Timur Kota Surabaya
109 CV. INDONESIA WOOD Jawa Timur Kota Surabaya
110 COCOCRAFT KREASI GEMILANG Jawa Timur Kota Surabaya
111 CV. RAJAWALI SAKTI Jawa Timur Kota Probolinggo
112 CV. SARANA INDAH ADIMANDIRI Jawa Timur Kab. Gresik
113 CV. PUTRA TUNGGAL Jawa Timur Kab. Gresik
114 CV. JAYA LESTARI Jawa Timur Kab. Gresik
115 CV. BINA NIAGA Jawa Timur Kab. Gresik
116 CV. KENCANA MAS Jawa Timur Kab. Lamongan
117 UD. YOGA JAYA Jawa Timur Kab. Bojonegoro
118 UD. JATI MURNI Jawa Timur Kab. Bojonegoro
119 UD. KARYA JATI Jawa Timur Kab. Jombang
120 CV. PNIEL MYRRH FURNI INDONESIA Jawa Timur Kab. Mojokerto
121 CV. AZARIA ABADI PERMAI Jawa Timur Kab. Mojokerto
122 CV. UNIKARYA PRIMA Jawa Timur Kab. Sidoarjo
123 CV. JAMRUD Jawa Timur Kab. Sidoarjo
124 CV. DECO UNIQUE Jawa Timur Kab. Sidoarjo
125 CV. AIRLANGGA MEBELINDO DESIGN Jawa Timur Kab. Sidoarjo
126 JATI ASELI Jawa Timur Kab. Pasuruan
127 CV. SINARMAS FURNITURE Jawa Timur Kab. Pasuruan
128 CV. FOKUS GALLERY FURNITURE Jawa Timur Kab. Pasuruan
129 CV. DIAN PERSADA ROTARINDO BUILDING Jawa Timur Kab. Pasuruan
130 CV. CIPTA GRAHA Jawa Timur Kab. Probolinggo
131 CV.EDELWEISS FURNITURE Jawa Timur Kab. Bondowoso
132 UD. OESING CRAFT Jawa Timur Kab. Banyuwangi
133 CV. KARYA CIPTA MANDIRI Jawa Timur Kab. Malang
134 CV. EKA PUTRA SAMUDRA Jawa Timur Kab. Malang
135 CV. AUMIRETA ANGGUN Jawa Timur Kab. Malang
136 UD. MAJU BERSAMA Jawa Timur Kab. Kediri
137 CV. JOYO WIJOYO Jawa Timur Kab. Kediri
138 CV. PANCA CITRA SELARAS Jawa Timur Kab. Blitar
139 CV. DWI SURYA CITRA OETAMA INDONESIA Jawa Timur Kab. Blitar
140 CV. ALAM INDAH DI Yogyakarta Kab. Bantul
141 CV. TOBA DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
142 CV. TITON GARMENT & CRAFT DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
143 CV. PRESTIGE FURNITURE DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
144 CV. PALEM CRAFT JOGJA DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
145 CV. MAX DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
146 CV. JOJA DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
147 UD RUMAH JAWA LESTARI DI Yogyakarta Kab. Sleman
148 TONNI SURYOPUTRO DI Yogyakarta Kab. Sleman
149 CV. KIRANA MAS HOMES DI Yogyakarta Kab. Sleman
150 CV. CIPTA MITRA SELARAS DI Yogyakarta Kab. Sleman
151 CV. ARYA BUANA DI Yogyakarta Kab. Sleman
152 UD. LAWAS DI Yogyakarta Kab. Bantul
153 UD. INDOZ DESIGN DI Yogyakarta Kab. Bantul
154 KRESNA UNIKAT DI Yogyakarta Kab. Bantul
155 CV. ZAMRUD DI Yogyakarta Kab. Bantul
156 CV. YANI’S GALLERY DI Yogyakarta Kab. Bantul
157 CV. WIRA MULYA DI Yogyakarta Kab. Bantul
158 CV. SNR EKSPOR FURINDO DI Yogyakarta Kab. Bantul
159 CV. SATRIA DESIGN DI Yogyakarta Kab. Bantul
160 CV. PONDOK DAUN DI Yogyakarta Kab. Bantul
161 CV. LIMA SELARAS DI Yogyakarta Kab. Bantul
162 CV. KARYA WAHANA SENTOSA DI Yogyakarta Kab. Bantul
163 CV. JAVA CLASSIC FURNITURE DI Yogyakarta Kab. Bantul
164 CV. INDUSTRI CLASSICA VARIASI DI Yogyakarta Kab. Bantul
165 CV. HAYU ABADI DI Yogyakarta Kab. Bantul
166 CV. HALIM PRATAMA DI Yogyakarta Kab. Bantul
167 CV. HAAS DI Yogyakarta Kab. Bantul
168 CV. ELANG JAYA DI Yogyakarta Kab. Bantul
169 CV. CAKRA GANESHA DI Yogyakarta Kab. Bantul
170 CV. ASIATIK ATMOSFER DI Yogyakarta Kab. Bantul
171 CV. ARDANA DI Yogyakarta Kab. Bantul
172 CV. AMARTHA ROMA DI Yogyakarta Kab. Bantul
173 CV. AMARTHA INDOTAMA DI Yogyakarta Kab. Bantul
174 CV. AMARTA FURNITURE DI Yogyakarta Kab. Bantul
175 CV TIRAI MANDIRI DI Yogyakarta Kab. Bantul
176 ARTHAINDO DI Yogyakarta Kab. Bantul
177 CV. THE ART FACTORY INDO DI Yogyakarta Kab. Kulon Progo
178 CV. WISMA JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
179 CV. CITRA SENGON PERKASA Jawa Tengah Kota Magelang
180 CV FARREL Jawa Tengah Kab. Jepara
181 ADI FURNITURE Jawa Tengah Kota Surakarta
182 MARGASARI KAYU Jawa Tengah Kota Tegal
183 CV.TORISA MANDIRI Jawa Tengah Kota Semarang
184 CV. TRI SAKTI Jawa Tengah Kota Semarang
185 CV. SINAR FARABELL Jawa Tengah Kota Semarang
186 CV. SEKAR ARUM ABADI Jawa Tengah Kota Semarang
187 CV. RIVERINA Jawa Tengah Kota Semarang
188 CV. RANETA SEJAHTERA Jawa Tengah Kota Semarang
189 CV. PERMATA PUTRA Jawa Tengah Kota Semarang
190 CV. PADMA INDORAYA Jawa Tengah Kota Semarang
191 CV. MULIA ABADI GRUP Jawa Tengah Kota Semarang
192 CV. MITRA JAYA ABADI Jawa Tengah Kota Semarang
193 CV. MERCU UTAMA Jawa Tengah Kota Semarang
194 CV. MEKAR SARI Jawa Tengah Kota Semarang
195 CV. LEMBAH MAKMUR ABADI Jawa Tengah Kota Semarang
196 CV. KARUNIA SEJATI Jawa Tengah Kota Semarang
197 CV. KARISMA MEGAH MANDIRI Jawa Tengah Kota Semarang
198 CV. KAMILA FURNITURE Jawa Tengah Kota Semarang
199 CV. KALIKA KHARISMA WOODWORKING INDUSTRY Jawa Tengah Kota Semarang
200 CV. KALIKA INTERGRAHA Jawa Tengah Kota Semarang
201 CV. INDO JATI SARANA Jawa Tengah Kota Semarang
202 CV. GLOBAL HUSLINE Jawa Tengah Kota Semarang
203 CV. GANDA MAKMUR Jawa Tengah Kota Semarang
204 CV. ARIRANG INSPIRATION Jawa Tengah Kota Semarang
205 CV. ALAM MAKMUR Jawa Tengah Kota Semarang
206 CV L’AMBIANCE Jawa Tengah Kota Salatiga
207 ANUGRAH TIMBERS Jawa Tengah Kota Salatiga
208 UD. LAMEESON FURNITURE Jawa Tengah Kota Surakarta
209 UD. JP EXPORTS Jawa Tengah Kota Surakarta
210 KPM SOLO ROTAN SURAKARTA Jawa Tengah Kota Surakarta
211 DE JAVA FURNITURE Jawa Tengah Kota Surakarta
212 CV. RIBKA FURNITURE Jawa Tengah Kota Surakarta
213 CV. MANDIRI CIPTA ADIKARYA Jawa Tengah Kota Surakarta
214 CV. KONDANG MURAH Jawa Tengah Kota Surakarta
215 CV. DINO HOLZEN ABADI Jawa Tengah Kota Surakarta
216 CV. DHADI AGUNG Jawa Tengah Kota Surakarta
217 CV. BUANA FURNITURE Jawa Tengah Kota Surakarta
218 CV. A CLASS Jawa Tengah Kota Surakarta
219 HIMMA ABADI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Pekalongan
220 CV. FEILIN Jawa Tengah Kab. Batang
221 CV. RAHMA ABADI Jawa Tengah Kab. Kendal
222 CV. KARUNIA SEMESTA RAYA Jawa Tengah Kab. Kendal
223 CV. SUMBER ANUGERAH Jawa Tengah Kab. Temanggung
224 CV. PIRANTI WORKS Jawa Tengah Kab. Temanggung
225 CV.JAYA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Semarang
226 CV. WIDYATAMA Jawa Tengah Kab. Semarang
227 CV. SUKSES SEMPURNA Jawa Tengah Kab. Semarang
228 CV. RESTU ALAM ABADI Jawa Tengah Kab. Semarang
229 CV. MAKIN MAKMUR Jawa Tengah Kab. Semarang
230 CV. LAUTAN BERKAH Jawa Tengah Kab. Semarang
231 CV. LARIS JAYA Jawa Tengah Kab. Semarang
232 CV. KARYA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Semarang
233 CV. EVA PRODUCT Jawa Tengah Kab. Semarang
234 CV. CITRA KARYA INDOTAMA Jawa Tengah Kab. Semarang
235 CV. BHAKTI SETYA ABADI Jawa Tengah Kab. Semarang
236 CV. ANUGRAH UTAMA Jawa Tengah Kab. Semarang
237 CV. BUANA HARUM KHARISMA Jawa Tengah Kab. Demak
238 CV. BANGKIT PERKASA Jawa Tengah Kab. Demak
239 WESTHOUSE INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
240 UD. USAHA JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
241 UD. TAMAN JATI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
242 UD. SURYA PUTRA ART Jawa Tengah Kab. Jepara
243 UD. RIZKY INDOFURNI Jawa Tengah Kab. Jepara
244 UD. RAHMATIKA SAKURA JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
245 UD. PUSPA LOKA Jawa Tengah Kab. Jepara
246 UD. LIMATRA FINE FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
247 UD. HARAPAN KITA Jawa Tengah Kab. Jepara
248 UD. GALLEH JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
249 UD. BUANA MITRA Jawa Tengah Kab. Jepara
250 UD. BERKAH JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
251 UD. ARTINDO JAYA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
252 UD. ALENGGA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
253 TRI GANESHA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
254 TERATAI Jawa Tengah Kab. Jepara
255 SONY SENTRAL INDUSTRI Jawa Tengah Kab. Jepara
256 SIPRA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
257 SINAR AGUNG PUTRA Jawa Tengah Kab. Jepara
258 RESTU MULYO Jawa Tengah Kab. Jepara
259 RADIANT SURYATAMA Jawa Tengah Kab. Jepara
260 PIRATES FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
261 MING RITZ Jawa Tengah Kab. Jepara
262 MEUBEL ASRI JAYA Jawa Tengah Kab. Jepara
263 MEBELKOE Jawa Tengah Kab. Jepara
264 MEBEL ANAK Jawa Tengah Kab. Jepara
265 LOTUS Jawa Tengah Kab. Jepara
266 KID DIAN FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
267 JEPARA BC KOBO Jawa Tengah Kab. Jepara
268 JAVAFURNI Jawa Tengah Kab. Jepara
269 JATI SEMI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
270 ISMU JAYA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
271 HASIBUAN DESIGNS Jawa Tengah Kab. Jepara
272 GRAHA MULIA TEAK Jawa Tengah Kab. Jepara
273 GRAHA KAYU FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
274 GALERI JEPARA Jawa Tengah Kab. Jepara
275 FAJAR INDAH FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
276 ELEGENCE COMB FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
277 DIAN ABADI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
278 CV.NICHE FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
279 CV.COLOURED CABINETS Jawa Tengah Kab. Jepara
280 CV. WACKTU Jawa Tengah Kab. Jepara
281 CV. V & V LOGISTICS Jawa Tengah Kab. Jepara
282 CV. TRADERS INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
283 CV. TJAKIL FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
284 CV. TANGKAS MAJU MEBELINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
285 CV. TALANG MAS Jawa Tengah Kab. Jepara
286 CV. SUMBER INTI Jawa Tengah Kab. Jepara
287 CV. SUI ‐TIN Jawa Tengah Kab. Jepara
288 CV. SAHABAT FURNITURE INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
289 CV. RENDY FURNI Jawa Tengah Kab. Jepara
290 CV. PURI JEPARA Jawa Tengah Kab. Jepara
291 CV. PRIMA SUKSES Jawa Tengah Kab. Jepara
292 CV. PELATHUK FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
293 CV. PANGESTU PANGERAN JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
294 CV. NEOTERIC TRADING Jawa Tengah Kab. Jepara
295 CV. NATURAL SCULPTURES FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
296 CV. MUTIARA FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
297 CV. MURY FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
298 CV. MULIA CRAFT Jawa Tengah Kab. Jepara
299 CV. MUJIA Jawa Tengah Kab. Jepara
300 CV. MUI INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
301 CV. MITRA JAYA Jawa Tengah Kab. Jepara
302 CV. MIN’S MEUBEL Jawa Tengah Kab. Jepara
303 CV. MAROKINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
304 CV. MANDIRI LANCAR FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
305 CV. MAHONI Jawa Tengah Kab. Jepara
306 CV. MAHKOTA MEUBEL Jawa Tengah Kab. Jepara
307 CV. LESTARI EXPORT FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
308 CV. LANCAR FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
309 CV. KINA CITRATAMA Jawa Tengah Kab. Jepara
310 CV. KALINYAMAT Jawa Tengah Kab. Jepara
311 CV. KALIMOSODO Jawa Tengah Kab. Jepara
312 CV. KAISAR REPROFURNI Jawa Tengah Kab. Jepara
313 CV. JNN INTERNATIONAL Jawa Tengah Kab. Jepara
314 CV. JEPARA ORIGINAL Jawa Tengah Kab. Jepara
315 CV. JEPARA INTERNATIONAL FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
316 CV. JEPARA CRAFTER FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
317 CV. JAVANESIA TEAKINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
318 CV. JAVA TEAKINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
319 CV. JAVA MEBEL INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
320 CV. JATI ROTO EKSPORT IMPORT Jawa Tengah Kab. Jepara
321 CV. INTEGRITAS MULIA BERSAMA Jawa Tengah Kab. Jepara
322 CV. INDOTEAK SUKSES MAKMUR Jawa Tengah Kab. Jepara
323 CV. INDONESIA FURNITURE CENTER Jawa Tengah Kab. Jepara
324 CV. INDAH MAKMUR SENTOSA Jawa Tengah Kab. Jepara
325 CV. ICP PRIMA Jawa Tengah Kab. Jepara
326 CV. HANSA ARTISTIKA ANANTO Jawa Tengah Kab. Jepara
327 CV. GRIYA FIKA Jawa Tengah Kab. Jepara
328 CV. GILANG PERMATA Jawa Tengah Kab. Jepara
329 CV. GENT MAHOGANY Jawa Tengah Kab. Jepara
330 CV. FRIEND’S Jawa Tengah Kab. Jepara
331 CV. FORTUNA SOERGO INDOFURNI Jawa Tengah Kab. Jepara
332 CV. FIVE CONTINENTS CONNECTION Jawa Tengah Kab. Jepara
333 CV. FALLERY Jawa Tengah Kab. Jepara
334 CV. ERINCO Jawa Tengah Kab. Jepara
335 CV. ENAM BELAS Jawa Tengah Kab. Jepara
336 CV. EASTFURN Jawa Tengah Kab. Jepara
337 CV. DWIRA JEPARA Jawa Tengah Kab. Jepara
338 CV. DUA PUTRI Jawa Tengah Kab. Jepara
339 CV. DUA PUTRA Jawa Tengah Kab. Jepara
340 CV. DF FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
341 CV. DEWATA CLASSIC Jawa Tengah Kab. Jepara
342 CV. DEVI FORTUNA Jawa Tengah Kab. Jepara
343 CV. CITRA JEPARA FURNITURE EXPORTER Jawa Tengah Kab. Jepara
344 CV. CARAKA CREASINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
345 CV. CAKRAWALA STYLISH Jawa Tengah Kab. Jepara
346 CV. BIG TOP INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
347 CV. BERKAH ILAHI Jawa Tengah Kab. Jepara
348 CV. BAROKAH SEJAHTERA ABADI Jawa Tengah Kab. Jepara
349 CV. BAHTERA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Jepara
350 CV. AURA LIVING Jawa Tengah Kab. Jepara
351 CV. ATLANTEAK Jawa Tengah Kab. Jepara
352 CV. ARTY’S Jawa Tengah Kab. Jepara
353 CV. ARTWOOD Jawa Tengah Kab. Jepara
354 CV. ART CLASSIC INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
355 CV. ARIF PUTRA Jawa Tengah Kab. Jepara
356 CV. ANTEX FURNINESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
357 CV. AMORIEZ FURINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
358 CV. AMAZIA Jawa Tengah Kab. Jepara
359 CV. ALLPIN Jawa Tengah Kab. Jepara
360 CV. ALL THAT TEAK Jawa Tengah Kab. Jepara
361 CV. ALI ZETTI Jawa Tengah Kab. Jepara
362 CV. ADI KARYA UTAMA Jawa Tengah Kab. Jepara
363 CV. ABAD JEPARA Jawa Tengah Kab. Jepara
364 CV GOOD FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
365 CIPTA KREASINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
366 AMARTYA Jawa Tengah Kab. Jepara
367 UD. SUMBER UTAMA Jawa Tengah Kab. Kudus
368 RAHAYU ART FURNITURE Jawa Tengah Kab. Kudus
369 CV. PENDAWA Jawa Tengah Kab. Kudus
370 CV. MAKMUR JAYA ABADI Jawa Tengah Kab. Kudus
371 CV. HS ANTIQUE FURNITURE Jawa Tengah Kab. Kudus
372 CV ASIA WOODWORKING INDUSTRY Jawa Tengah Kab. Pati
373 UD. TULUS JATI Jawa Tengah Kab. Blora
374 CV SARANA JATI PERKASA Jawa Tengah Kab. Blora
375 CV . MAHARANI KREASI ABADI Jawa Tengah Kab. Sragen
376 CV. KURNIA MULIA Jawa Tengah Kab. Karanganyar
377 ZAKKI RIYAN ISNAINI Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
378 VIENNA CLASSIC FURNITURE Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
379 UD. SENTANA ART WOOD Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
380 SUMBER BARU REJEKI Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
381 SOLO ROTAN Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
382 EL. TRACO Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
383 PT. TUNAS JAYA PERKASA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
384 CV. PUTRI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
385 CV. PICO TRADING INDONESIA Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
386 CV. PESONA MEBELINDO Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
387 CV. KARTIKA ADI Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
388 CV. ARTHA MUKTI JAYA Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
389 UD. MANDIRI SEJAHTERA Jawa Tengah Kab. Klaten
390 UD. KARYA JASA Jawa Tengah Kab. Klaten
391 UD. EQUALITY Jawa Tengah Kab. Klaten
392 KOPERASI JASA USAHA BERSAMA ALIS TEARA JAYA Jawa Tengah Kab. Klaten
393 CV.MEGATREN FURNITURE Jawa Tengah Kab. Klaten
394 CV. TRADESHA INT’L INDONESIA Jawa Tengah Kab. Klaten
395 CV. HENKSINDO EKSPOR Jawa Tengah Kab. Klaten
396 CV. FAJAR MULIA Jawa Tengah Kab. Klaten
397 CV. EXSOLEO Jawa Tengah Kab. Klaten
398 CV. AWAN PERKASA Jawa Tengah Kab. Klaten
399 CV. ARKA JAYA Jawa Tengah Kab. Klaten
400 CV. AMBAR JATI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Klaten
401 CV. SENTRA CIPTA Jawa Tengah Kab. Boyolali
402 CV. SEKAWAN CLADHIARGA Jawa Tengah Kab. Boyolali
403 CV SUKA LENTERA ABADI Jawa Tengah Kab. Boyolali
404 UD. HASIL KARYA UTAMA Jawa Tengah Kab. Magelang
405 MUSTIKA MAHAGONI Jawa Tengah Kab. Magelang
406 CV. BINTANG MUDA ABADI Jawa Tengah Kab. Magelang
407 CV. ARTESIA Jawa Tengah Kab. Magelang
408 KOPINTA BUANA RAYA SEJAHTERA Jawa Tengah Kab. Banjarnegara
409 CV. RIMBA ABADI Jawa Tengah Kab. Banjarnegara
410 UD. UTAMA KARYA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Purbalingga
411 UD. KARTIKA BANGKIT USAHA Jawa Tengah Kab. Purbalingga
412 UD. ANUGRAH Jawa Barat Kota Sukabumi
413 CV. INDOXENIA RATTAN Jawa Barat Kota Cirebon
414 CV. INDOROTAN Jawa Barat Kota Cirebon
415 CV. INDONESIA CONCEPT Jawa Barat Kota Cirebon
416 CV. GRAGE SUMBER FURNITURE Jawa Barat Kota Cirebon
417 CV. CARUBAN INTI GLOBAL Jawa Barat Kota Cirebon
418 CV NOBLE GALLERY INDONESIA Jawa Barat Kab. Sumedang
419 CV. SANDY PERSADA Jawa Barat Kota Banjar
420 CV. VIMA Jawa Barat Kota Cirebon
421 CV. SONINDO GEMILANG Jawa Barat Kota Cirebon
422 CV. SARAZEL INTERNATIONAL Jawa Barat Kota Cirebon
423 CV. RATTAN ONE Jawa Barat Kota Cirebon
424 CV. PUTRA HARAPAN JAYA SENTOSA Jawa Barat Kota Cirebon
425 CV. MARNOS RATTAN Jawa Barat Kota Cirebon
426 CV. KOLEGA Jawa Barat Kota Cirebon
427 CV. KHALIM Jawa Barat Kota Cirebon
428 CV. GELAR SINAR ALAM Jawa Barat Kota Cirebon
429 CV. GAYA XPRESI INDONESIA Jawa Barat Kota Cirebon
430 CV. CAKRA GLOBAL AFFA Jawa Barat Kota Cirebon
431 CV. BERSAMA Jawa Barat Kota Cirebon
432 CV. BABARA RATTAN INDUSTRY Jawa Barat Kota Cirebon
433 CV. SAFGO Jawa Barat Kota Bandung
434 CV EUNBI CHANHOMAS PUTRA Jawa Barat Kota Bandung
435 CV. IMENSE FURNITURE Jawa Barat Kota Sukabumi
436 CV.WANDA RATTAN Jawa Barat Kab. Majalengka
437 CV. RATTAN VILLAGE CENTER OF INDONESIA Jawa Barat Kab. Majalengka
438 CV. RATTAN AGRO LESTARI Jawa Barat Kab. Majalengka
439 CV. MASUHENDA EXPORT COLLECTION Jawa Barat Kab. Majalengka
440 CV. MA’MUR JAYA Jawa Barat Kab. Majalengka
441 CV. MAHA KARYA EXPORT Jawa Barat Kab. Majalengka
442 CV. HARMONY DEKORINDO Jawa Barat Kab. Majalengka
443 CV. FARINDO Jawa Barat Kab. Majalengka
444 CV. DITA MANDIRI PERSADA Jawa Barat Kab. Majalengka
445 CV. ARIA RATTAN Jawa Barat Kab. Majalengka
446 ZICO RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
447 PD. HANDI MEUBEL Jawa Barat Kab. Cirebon
448 CV.NUSA‐ALL Jawa Barat Kab. Cirebon
449 CV.MASINDO FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
450 CV.JAVA MAESTRO DESIGN Jawa Barat Kab. Cirebon
451 CV. ZAHRA ADEILA Jawa Barat Kab. Cirebon
452 CV. WEDOBASKETS ASIA Jawa Barat Kab. Cirebon
453 CV. VISINDO JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
454 CV. VANDERLEEDEN INDONESIA Jawa Barat Kab. Cirebon
455 CV. TRIJAYANINDO RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
456 CV. TRANSMART INDOFURNI Jawa Barat Kab. Cirebon
457 CV. TMD Jawa Barat Kab. Cirebon
458 CV. TERRA PUTRA PERKASA Jawa Barat Kab. Cirebon
459 CV. TEGUH RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
460 CV. TASSA JAYA MEUBEL Jawa Barat Kab. Cirebon
461 CV. SURYO SULARSO Jawa Barat Kab. Cirebon
462 CV. SURYA FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
463 CV. SUMBER SEJAHTERA Jawa Barat Kab. Cirebon
464 CV. SHIN IL SANGSA Jawa Barat Kab. Cirebon
465 CV. SAVANA Jawa Barat Kab. Cirebon
466 CV. SAMI JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
467 CV. SAFA MARWA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
468 CV. RIZALDI ROTAN FINISHING Jawa Barat Kab. Cirebon
469 CV. RELAFA RATTANESIA Jawa Barat Kab. Cirebon
470 CV. RAYGINA Jawa Barat Kab. Cirebon
471 CV. RATTANLINE MANDIRI SENTOSA Jawa Barat Kab. Cirebon
472 CV. RATTAN GRAND FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
473 CV. RATTAN AGUNG Jawa Barat Kab. Cirebon
474 CV. RAFINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
475 CV. PURNAMA JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
476 CV. PANCA SAKTI Jawa Barat Kab. Cirebon
477 CV. NURISSAH INDOMAKMUR Jawa Barat Kab. Cirebon
478 CV. NIAGARA RATTAN FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
479 CV. NECTAR KALINDA FURNINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
480 CV. NATURA Jawa Barat Kab. Cirebon
481 CV. NAGAM RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
482 CV. MUSTIKA MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
483 CV. MUMTAAZ MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
484 CV. MULYA PRATAMA INDAH Jawa Barat Kab. Cirebon
485 CV. MULTI DIMENSI Jawa Barat Kab. Cirebon
486 CV. MULIA JAYA FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
487 CV. MULIA CITRA MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
488 CV. MUKI JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
489 CV. MUGA JAYA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
490 CV. MOYUDA INTERNATIONAL TRADE Jawa Barat Kab. Cirebon
491 CV. MIKALA INDO FURNI Jawa Barat Kab. Cirebon
492 CV. METRIX INDO Jawa Barat Kab. Cirebon
493 CV. MEKAR ASIH ROTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
494 CV. MARTINO RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
495 CV. MAHKOTA JAYA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
496 CV. LUXINDO ALAM JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
497 CV. LUCKY FURNICRAFT Jawa Barat Kab. Cirebon
498 CV. LOLA Jawa Barat Kab. Cirebon
499 CV. LIMINDO UTAMA Jawa Barat Kab. Cirebon
500 CV. LIFINDO VISITAMA Jawa Barat Kab. Cirebon
501 CV. LANGGENG JAYA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
502 CV. LA TRANS FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
503 CV. KRISINDO DESIGN Jawa Barat Kab. Cirebon
504 CV. KOTSKA ADHI SENTOSA Jawa Barat Kab. Cirebon
505 CV. JE IL BASKET INDONESIA Jawa Barat Kab. Cirebon
506 CV. JAYA MULYA Jawa Barat Kab. Cirebon
507 CV. JAVA WICKER Jawa Barat Kab. Cirebon
508 CV. JATI VISIONS RAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
509 CV. JANICA PRIMA Jawa Barat Kab. Cirebon
510 CV. INDOTEAK ASPEN Jawa Barat Kab. Cirebon
511 CV. INDO RATTAN PRATAMA Jawa Barat Kab. Cirebon
512 CV. INDO RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
513 CV. INDIGO CREATION Jawa Barat Kab. Cirebon
514 CV. HEGAR PRATAMA Jawa Barat Kab. Cirebon
515 CV. HABATA CIREBON MANDAR Jawa Barat Kab. Cirebon
516 CV. GLORYINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
517 CV. GLORIA Jawa Barat Kab. Cirebon
518 CV. FELLADIFA Jawa Barat Kab. Cirebon
519 CV. FAIRUZ MANDIRI RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
520 CV. ERLITA ZAFIRA AKASIA Jawa Barat Kab. Cirebon
521 CV. ENO FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
522 CV. DUA PUTRA MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
523 CV. DREEV FURNITURE Jawa Barat Kab. Cirebon
524 CV. DONCO Jawa Barat Kab. Cirebon
525 CV. DJOGLO FOREST CRAFT Jawa Barat Kab. Cirebon
526 CV. DJAVA BASKET Jawa Barat Kab. Cirebon
527 CV. DIMO PUTERA JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
528 CV. DIAS RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
529 CV. DHIVA Jawa Barat Kab. Cirebon
530 CV. DERAFI RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
531 CV. DECOCRAFT INTERNATIONAL Jawa Barat Kab. Cirebon
532 CV. CIREMAI INDAH PERKASA Jawa Barat Kab. Cirebon
533 CV. CIREBON FURINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
534 CV. CASCAINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
535 CV. CANETIC RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
536 CV. CANDELA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
537 CV. CAHAYA ROTAN MAS Jawa Barat Kab. Cirebon
538 CV. BUANAVISTAINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
539 CV. BUANA ROTAN SUKSES Jawa Barat Kab. Cirebon
540 CV. BODESARI RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
541 CV. BERLIANA JAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
542 CV. AVISINDO Jawa Barat Kab. Cirebon
543 CV. ASIA FOCUS INLINE Jawa Barat Kab. Cirebon
544 CV. ARUM BASKET Jawa Barat Kab. Cirebon
545 CV. ARMAS JAYA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
546 CV. ANUGRAH JAYA RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
547 CV. ANGIE ROTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
548 CV. ANDRE RATTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
549 CV. ANDALUCIA Jawa Barat Kab. Cirebon
550 CV. AMBIENTE PRIMA Jawa Barat Kab. Cirebon
551 CV. AMANAH Jawa Barat Kab. Cirebon
552 CV. ALAM INDO RAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
553 CV. AKBAR PUTRA PERKASA Jawa Barat Kab. Cirebon
554 CV. AGUNG MULIYA ABADI Jawa Barat Kab. Cirebon
555 CV. ABD SEJAHTERA Jawa Barat Kab. Cirebon
556 CV SANGKAN BAYANI Jawa Barat Kab. Cirebon
557 CV AKSEN Jawa Barat Kab. Cirebon
558 CV. CIPTA KARYA GEMILANG Jawa Barat Kab. Kuningan
559 CV. BHADRA PARAMARTHA Jawa Barat Kab. Kuningan
560 CV. MUSTIKA KARYA UTAMA Jawa Barat Kab. Garut
561 CV. RAHAYU JAYA Jawa Barat Kab. Bandung
562 CV. PRADIPTA Jawa Barat Kab. Bandung
563 CV. CITRA ALAM SEJATI Jawa Barat Kab. Sukabumi
564 PB. BINTANG TIGA Jawa Barat Kab. Bogor
565 CV. SAYUDHA ADITIA Jawa Barat Kab. Bogor
566 CV BOLAAN MONGONDO DKI Jakarta Kota Jakarta Selatan
567 CV. SEMPURNA DKI Jakarta Kota Jakarta Utara
568 CV. PRAYOGA WIJAYA DKI Jakarta Kota Jakarta Utara
569 PD. SUMATRA JAYA DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
570 CV. KARYA BERSAMA ABADI DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
571 CV. JAYA DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
572 CV. HANSANESIA PRODUCTS DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
573 CV. CITRA PERSADA MANDIRI DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
574 CV. INDONESIA EXPORT DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat
575 CV. DELTA RAYA DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat
576 CV. CAHAYA ABADI SENTOSA DKI Jakarta Kota Jakarta Pusat
577 CV. TRI PENDAWA CORPORATION DKI Jakarta Kota Jakarta Timur
578 CV. SINAR TIMUR LIMA SEMBILAN DKI Jakarta Kota Jakarta Selatan
579 CV. ORIENTAL DKI Jakarta Kota Jakarta Selatan
580 CV. INDO CHARCOAL BRIQUETTES Lampung Kab. Lampung Selatan
581 PD. GASING LESTARI Sumatera Selatan Kab. Banyuasin
582 UD. PEMANFAATAN Riau Kota Pekanbaru
583 CV. WAHYU UTAMA Riau Kota Pekanbaru
584 UD TETAP TABAH Sumatera Utara Kab. Asahan
585 CV. TRIKA ABADI Sumatera Utara Kota Binjai
586 CV. KENCANA MANDIRI Sumatera Utara Kota Binjai
587 CV. KARYA INDRA Sumatera Utara Kota Binjai
588 CV. HARAMAS Sumatera Utara Kota Binjai
589 ARIHTA RATTAN Sumatera Utara Kota Binjai
590 UD. MITRA PERKASA Sumatera Utara Kota Sibolga
591 UD. UNION FURNITURE Sumatera Utara Kab. Deli Serdang
592 CV.DWI SRI REZEKI Sumatera Utara Kab. Deli Serdang
593 CV. RAMBONG JAYA Nanggroe Aceh
Darussalam
Kab. Aceh Utara
594 PT. MULIA CEMERLANG MANDIRI Jawa Barat Kab. Cirebon
595 PT. ESTU AGUNG ABADI DKI Jakarta Kota Jakarta Selatan
596 PT. MUTIARA HABEMINDO ROTAN Jawa Barat Kab. Cirebon
597 PT.KAYU LIMA UTAMA Jawa Tengah Kab. Magelang
598 PT. HARINA MITRA BUANA Jawa Tengah Kab. Jepara
599 PT. Haim Makmur Jawa Tengah Kab. Magelang
600 PT. Segatama Lestari Jawa Timur Kab. Gresik
601 PT. Bumijaya Tanjung Jawa Tengah Kab. Jepara
602 PT. Universal Furniture Industries Jawa Tengah Kab. Jepara
603 CV. Rattan Tegalwangi Jawa Tengah Kab. Jepara
604 CV. Rejeki Tirta Waskhita Jawa Tengah Kab. Jepara
605 PT. Mokken Citarona DKI Jakarta Kota Jakarta Timur
606 PT. Aida Rattan Industry Jawa Tengah Kab. Jepara
607 PT. TAMARA DANIELLE INTERIORS Jawa Tengah Kab. Jepara
608 PT. SASANA ANTIK Jawa Tengah Kab. Rembang
609 PT. MAGNUS ASIA Jawa Tengah Kab. Jepara
610 PT. BAO HUA INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
611 PT. RAZAN TRADING Jawa Tengah Kab. Jepara
612 PT. BRINGIN JATI INDAH Jawa Tengah Kab. Jepara
613 PT. SCANINDO EKADUTA Jawa Tengah Kab. Jepara
614 PT. SANDINGSI LESTARI Jawa Tengah Kab. Jepara
615 PT. JEPRO MEUBEL ANTIK Jawa Tengah Kab. Jepara
616 PT. LINGGARJATI MULIA ABADI Jawa Tengah Kab. Jepara
617 PT. UMAFINDO Jawa Tengah Kab. Jepara
618 PT. ASIA METROPOLIS Jawa Tengah Kab. Jepara
619 PT. C AND C FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
620 PT. FURNITEK NUSANTARA Jawa Tengah Kab. Jepara
621 UD. GALLEH JATI Jawa Tengah Kab. Jepara
622 PT. CHANTIK MEBEL INDUSTRY Jawa Timur Kab. Situbondo
623 PT. YALE SETYA SENTOSA Jawa Tengah Kota Magelang
624 PT. MAIORA KRIYA ABADI Jawa Tengah Kab. Jepara
625 PT. GREEN WOOD FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
626 PT. MIN YONG INTERNATIONAL Jawa Tengah Kab. Jepara
627 PT. SURYA FURNITURINDO GEMILANG Jawa Timur Kota Surabaya
628 PT. INDOJAYA PRIMA SEMESTA Jawa Timur Kab. Pasuruan
629 PT. ALMI FURNITURE PERDANA DI Yogyakarta Kota Yogyakarta
630 PT. ROSARY Jawa Tengah Kab. Jepara
631 PT. FUNISIA PERKASA DKI Jakarta Kota Jakarta Utara
632 PT. DEVONSHIRE TUNGGALINDO Jawa Tengah Kota Semarang
633 PT. MAJATI FURNITURE Jawa Tengah Kab. Semarang
634 PT. FINEKA WOOD INDONESIA Jawa Tengah Kota Semarang
635 PT. IKATAN CERMAT Jawa Tengah Kota Semarang
636 PT. BINES RAYA Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin
637 PT. FAR EAST SEATING Jawa Tengah Kota Semarang
638 PT. AJEG Jawa Tengah Kab. Demak
639 PT. SUNG SUN SATRIA Jawa Timur Kab. Mojokerto
640 PT. SURYA JAWA SEMPURNA Jawa Tengah Kota Semarang
641 PT. BARALI CITRAMANDIRI Jawa Tengah Kab. Semarang
642 PT. KATAMA PRIMA GLOBAL Jawa Tengah Kota Semarang
643 PT. DHANA DITO Jawa Tengah Kota Semarang
644 PT. INDOVATION AND DESIGN Jawa Tengah Kab. Semarang
645 PT. ENIQUEMA Jawa Tengah Kab. Semarang
646 CV. DUA MUSIM Jawa Tengah Kota Semarang
647 PT. EASTERN LIVING INTERNATIONAL DKI Jakarta Kota Jakarta Barat
648 PT. TOWER INTERNATIONAL FURNITURE Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
649 PT. JAWI ANTIK INDONESIA Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
650 PT. KARYA JATI TATA MANDIRI Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
651 PT. ADIWRAKSA ATYANTA Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
652 PT. PINDI MULYA ABADI Jawa Tengah Kab. Karanganyar
653 PT. OCTO Jawa Tengah Kab. Jepara
654 PT. MONTAIGNE FURNITURE Jawa Tengah Kab. Jepara
655 PT. ROIS HOME DESIGN Jawa Tengah Kota Surakarta
656 PT. WAHYU ISNA FURNIRAYA Jawa Tengah Kota Surakarta
657 PT. CHIARA ALLEGRA LIVING Jawa Tengah Kota Semarang
658 CV. ESTETIKA INDONESIA DI Yogyakarta Kab. Bantul
659 CV. TASHINDA PUTRAPRIMA DI Yogyakarta Kab. Bantul
660 PT. INFINITI MULTI KREASI DI Yogyakarta Kab. Bantul
661 PT. KOOC KREASI DI Yogyakarta Kab. Bantul
662 PT. ASIA TRADE PERKASA DI Yogyakarta Kab. Bantul
663 PT. OUT OF ASIA DI Yogyakarta Kab. Bantul
664 PT. JAWA CIPTA ARTIKULESTARI DI Yogyakarta Kab. Bantul
665 PT. QUIRA TERRASTIKA DI Yogyakarta Kab. Sleman
666 PT. HANDYFILL DI Yogyakarta Kab. Sleman
667 PT. JATI MAS INDONESIA Jawa Timur Kab. Malang
668 CV. VIRGO Jawa Tengah Kab. Sukoharjo
669 PT. SURYA LESTARI SINAR MAKMUR Jawa Tengah Kab. Semarang
670 PT. GLOPAC INDONESIA Jawa Barat Kab. Bekasi
671 KHASANAH Jawa Tengah Kab. Jepara
672 PT. INTIBINTANG MASPERKASA Jawa Barat Kab. Cirebon
673 PT. KARYA PUTRA SUKSES Banten Kab. Serang
674 PT. KHAVINDO MEBEL INDONESIA Jawa Barat Kab. Cirebon
675 PT. PACIFICARAYA INDAH PERSADA Banten Kab. Tangerang
676 PT. FURNIWELL SINAR JAYA Jawa Tengah Kab. Jepara
677 PT. INDAH DESAIN INDONESIA Jawa Tengah Kab. Jepara
678 PT. INDO MERAPI DI Yogyakarta Kab. Sleman
679 PT. GENERASI PRODUK INDONESIA Jawa Barat Kota Depok
680 PT. TRI PENDAWA CEMERLANG Jawa Barat Kab. Cirebon
681 UD. ARYA Jawa Tengah Kab. Kendal
682 UD. SALJU Jawa Tengah Kab. Jepara
683 CV. NATURAL Sumatera Selatan Kota Palembang
684 PERFILADO Jawa Tengah Kab. Semarang
685 PT. BELLADONNA PRIMARAYA Jawa Barat Kab. Cirebon
686 PT. CHAMRA WOODCARVING Jawa Tengah Kab. Demak
687 JAVA CONNECTION DI Yogyakarta Kab. Sleman
688 PT. RH.FURNITURE Jawa Tengah Kab. Semarang
689 PT. SURIMAS RAYA SENTOSA Jawa Timur Kab. Mojokerto
690 PT. VICTORY COMPANY JAWA BARAT CIREBON
691 CV. KARYA MANDIRI JAWA BARAT CIREBON
692 PT. DILMONI CITRA MEBEL INDONESIA JAWA BARAT CIREBON
693 CV. SHALOM JAWA BARAT CIREBON
694 PT. DONG LIM FURNITURE INDONESIA JAWA TIMUR PASURUAN
695 BALI MEISHO BALI TABANAN
696 PT. KARYA MAKMUR SENTOSA JAWA TIMUR KAB. SIDOARJO
697 PT. CASSINI COLLECTION JAWA BARAT KAB. CIREBON
698 CV. DE BOUGH INDONESIA JAWA TIMUR KAB. SIDOARJO
699 PT. LUHUR ABADI JAWA TIMUR KAB. SIDOARJO
700 PT IMEDIA CIPTA JAWA TIMUR KAB. SURABAYA
701 PT. MITRA MANDIRI PERKASA JAWA TIMUR KAB. SIDOARJO
702 PT. NUANSA FURNI JAWA BARAT KAB. CIREBON
703 PT. TAI HUNG FURNITURE JAWA TENGAH KAB. MAGELANG
704 PT. DHARMA BATI BALI JAWA TIMUR KAB. SIDOARJO
705 PT. KIYAD INDUSTRY SUMATRA UTARA KAB. DELI SERDANG
706 PT. LOTUS KAYULIMA JAWA TENGAH KAB. MAGELANG
707 PT. ORIENT CLASSIC FURNITURE JAWA TENGAH KAB. SEMARANG
708 PT. TALAINDO INTERIOR DI YOGYAKARTA KAB. SLEMAN
709 PT. JAPARIS PRATAMA SUMATERA UTARA KAB. DELI SERDANG
710 PT. WARISAN EURINDO BALI KAB. BADUNG
711 PT. PROLINDO ORIGINALS PERKASA JAWA BARAT KAB. CIREBON
712 PT. SEJATI CIPTA MEBEL JAWA TENGAH KAB. SUKOHARJO
713 PT. ERLANGGA BINA NIAGA HARMONIA JAWA BARAT KAB. CIREBON
714 PT. DIRAS CONCEPT JAWA TENGAH
715 PT. PROSPEK MANUNGGAL ERA INDUSTRI JAWA TIMUR KAB. MOJOKERTO
716 PT. HARFIT INTERNATIONAL DKI JAKARTA KODYA JAKARTA
TIMUR
717 PT. LANCAR SARI BALI KAB TABANAN
718 PT. MENARA KARYA UNGGUL JAWA TENGAH KAB JEPARA
719 CV. SURYA MANDIRI RATTANINDO JAWA TIMUR KOTA SURABAYA
720 CV. PONDOK KAYU TROPIS INDONESIA Jawa Tengah Kab. Kendal
721 PT. WOOD WORLD JAWA TENGAH Kab. Jepara
722 CV. GREENWOOD INTERNATIONAL Jawa Tengah Kab. Semarang
723 PT. JAYA PRASETIA MANDIRI DKI Jakarta Kodya Jakarta Utara
724 PT. INDIGO MANDIRI SEJAHTERA JAWA BARAT CIREBON
725 PT. JATIDIRI PRIMARAYA JAWA TIMUR KOTA PASURUAN
726 PT. STRAKX DESIGN DI YOGYAKARTA KAB. BANTUL
727 PT. PIKA PRIMA INSPIRA JAWA TENGAH KOTA SEMARANG
728 UD. BUANA MITRA JAWA TENGAH JEPARA
729 PT. EUROCHAIR INTERNUSA JAWA TIMUR SURABAYA
730 PT. SUPER POLY INDUSTRY JAKARTA JAKARTA BARAT

 

 

Sumber:

http://silk.dephut.go.id (akses 25 Januari 2015, Pukul 20.30 WIB))

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.95/Menhut-II/2014 jo. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.43/Menhut-II/2014

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 97/M-DAG/PER/12/2014

Pembagian Jenis Tumbuhan Berdasarkan Filogenik dan Morfologi

kami akan membahas Pembagian Jenis Tumbuhan Berdasarkan Filogenik dan Morfologi. Tumbuhan di bumi ini sangat beragam mulai dari yang ada di laut sampai puncak gunung, serta melingkupi sebagian besar daratan di muka bumi ini. Terdapat lebih dari 300.000 jenis tumbuh-tumbuhan di alam. Bermacam tumbuhan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi sejumlah divisi. Divisi dibagi lagi pada tingkatan yang lebih rendah meliputi kelas, bangsa, suku, marga, dan jenis. Masing-masing diberi nama sesuai dengan Kode International Tata Nama Tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sarana referensi dan indikasi untuk kategori nama takson yang sesuai.

Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org

Berdasarkan sistem filogenik tumbuhan dapat dibagi menjadi 5 divisi diantaranya:

  1. Tumbuhan belah (Schizophyta) yang meliputi kurang lebih 35.000 jenis tumbuhan
  2. Tumbuhan talus (Thallophyta) yang meliputi kurang lebih 60.000 jenia tumbuhan
  3. Tumbuhan lumut (Bryophyta) yang meliputi kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan
  4. Tumbuhan paku (Pteridophyta) yang meliputi kurang lebih 10.000 jenis tumbuhan
  5. Tumbuhan biji (Spermatophyta) yang meliputi kurang lebih 170.000 jenis tumbuhan

Devisi tumbuhan biji merupakan jenis tumbuhan yang paling banyak terdapat di bumi karena tumbuhan ini mempunyai tubuh yang besar sehingga mudah dikenal. Menurut Campbell (1998: 550), para ahli Biologi membagi tumbuhan ke dalam 12 devisi. Pembagian tumbuhan menurut devisinya secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Klasifikasi tumbuhan

 

No.

Klasifikasi

Contoh

1.

Tumbuhan
tidak berpembuluh

 

 

Devisi Bryophyta

Lumut daun

Devisi Hepatophyta

Lumut hati

Devisi Anthocerophyta

Lumut tanduk

2.

Tumbuhan berpembuluh

 

 

· Tumbuhan tidak berbiji/tumbuhan paku (Pteridophyta)

 

Devisi Psilophyta (paku purba)

Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon
elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum,
dan Tmesipteris tannensis


Devisi Lycophyta (paku rambut)

Lycopodium
clavatum
(bahan
obat-obatan), Lycopodium
cernuum (buket bunga), Selaginella elaginoides,
Selaganella caudata, dan Isoetes lacustris

Devisi Sphenophyta/Equisetinae

Paku ekor kuda

Devisi Pterophyta/Filicinae (pakusejati)

Suplir (Adiantum cuneatum), simbar menjangan Platycerium
coronatium
), dan paku sarang burung (Asplenium nidus)

Devisi Hydropteridales (paku air)

Salvinia natans dan Marsilea
crenata
(semanggi)

 

 Tumbuhan berbiji

 

Berbiji terbuka (Gymnospermae)

 

Devisi Coniferophyta

Tusam (Pinus merkusi), damar (Agathis alba)

Devisi Cycadophyta

Pakis haji

Devisi Gingkgophyta

Ginkgo

Devisi Gnetophyta

Melinjo (Gnetum gnemon)

Biji Tertutup (Angiospermae)

 

Devisi Anthophyta

Kembang sepatu

 

Berkeping satu (monokotil)

Gramineae (suku rumput  rumputan)

          

Musaceae (suku pisang- pisangan)

 

Palmae (suku pinang-pinangan)

 

Zingiberaceae (suku jahe-jahean)

 

Orchidaceae (suku anggrek anggrekan)

Jagung (Zay mays), padi (Oryza sativa), dan gandum (Tritium sativum)

Pisang emas, pisang ambon, pisang kulit tipis, dan pisang raja

Kelapa (Cocos nucifera), sagu (Metroxylon sagu), enau (Arenga pinnata)

Jahe, kunyit, kencur, laos, temu lawak, dan temu hitam

Anggrek hias

 

      Berkeping dua (dikotil)

 

Papillionaceae (suku kacang-kacangan)

 

Solanaceae (suku terung-terungan)

 

Euphorbiaceae (suku jarak-jarakan)

Myrteceae (suku jambu-jambuan)

Rosaeae

 

 

 

Crusiferae

 

Kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang panjang, kecipir, dan buncis

Tomat dan
terung

Jarak,
karet, dan ubi kayu

Jambu biji, jambu air, cengkih, salam, dan kayu putih

Bunga mawar (Rosalia hibryda), apel (Malus silvestris), pir (Pyrus communis), dan Arbai (Fragaria chiloensis)

Kubis (Brassica oleracea), sawi (B.rugosa), lobak (Raphanus sativus), dan sawi tanah (Nasturtium heterophyllum)

 

Chlorophyta (Sumber: wikimedia.org)
Chlorophyta (Sumber: wikimedia.org)

Pembagian tumbuhan menurut morfologi dasarnya dibagi menjadi tiga yaitu: bertalus, berkormus, dan berbiji. Pembagian tumbuhan menurut morfologi dasarnya secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Pembagian tumbuhan menurut morfologi dasarnya

No.

Pembagian tumbuhan menurut
morfologi dasarnya

1.

Bertalus

 

Alga Berdasarkan pigmen

a. Alga hijau (Chlorophyta)

b. Alga merah (Rhodhophyta)

c. Alga cokelat (Phaeophyta)

2.

Berkormus

 

   Tidak mempunyai jaringan pengangkut

      Bryophyta (Lumut)

   Mempunyai jaringan pengangkut

      Pteridophyta (Paku)

3.

Berbiji

 

   Terbuka

      Gymnospermae  dengan ciri-ciri:

·     Gnetinae (melinjo)

·     Coniferae (pinus)

·     Cycadinae (pakis haji)

   Tertutup

      Angiospermae berdasarkan jumlah keping
dibagi menjadi:

·     Monokotil (berkeping satu)

·     Dikotil (berkeping dua)

 

Sumber:

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

IPB. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Bogor: IPB

Kistinnah I, Lestari ES. 2009. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungan. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tjitrosoepomo G. 1993. Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Dasar Hukum SVLK 2015

Dasar hukum SVLK

Standard Verifikasi Legalitas Kayu atau yang disebut SVLK adalah persyaratan untuk memenuhi legalitas kayu/produk yang dibuat berdasarkan kesepakatan para pihak (stakeholder) kehutanan yang memuat standard, kriteria, indikator, verifier, metode verifikasi, dan norma penilaian. Sudah enam tahun SVLK berjalan. Dengan adanya SVLK, sekarang banyak perusahaan kayu yang mematuhi persyaratan legalitas kayu.

SVLK pertama kali diberlakukan pada tahun 2009 dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.38/Menhut-II/2009 Tentang Standard dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak tanggal 12 Juni 2009. Standard tersebut sudah mengalami beberapa kali perubahan.

 

Dasar Hukum SVLK

Dasar-dasar hukum SVLK 2015 yang berlaku antara lain:

  1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.95/Menhut-II/2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.43/Menhut-II/2014 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak. Ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2014
  2. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.43/Menhut-II/2014 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak. Ditetapkan pada tanggal
  3. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 97/M-DAG/PER/12/2014 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan, Ditetapkan pada tanggal 24 Desember 2014
  4. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.14/VI-BPPHH/2014 Tentang Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK), Ditetapkan pada tanggal 29 Desember 2014.

 

 

Sumber:
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.95/Menhut-II/2014

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.43/Menhut-II/2014

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 97/M-DAG/PER/12/2014

Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.14/VI-BPPHH/2014

Taman Nasional Gunung Leuser (Series 1)

Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Indonesia: Taman Nasional Gunung Leuser (Series 1)

Indonesia merupakan Negara kepulauan dan Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu sumber daya alam yang ada di Indonesia adalah Taman Nasional. Ada beberapa sumber daya alam Indonesia yang dijadikan Taman Nasional. Menurut UU No. 5 Tahun 1990 pasal 1 butir 14 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya menyatakan “Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi”. Salah satu Tanam Nasional yang ada di Indonesia adalah Taman Nasional Gunung Leuser.

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan Taman Nasional yang mewakili tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan. Luas Taman Nasional Gunung Leuser kurang lebih 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.

Berdasarkan data tipe ekosistem, Penutupan kawasan, penyebaran flora dan fauna, pembagian geologi, iklim, topografi, penyebaran jenis tanah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser serta aktivitas masyarakat di dalam kawasan, terdapat 8 (delapan) jenis zona yaitu sebagai berikut:

[table id=6 /]

 

Flora

Vegetasi di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser termasuk flora Sumatera dan erat hubungannya dengan flora di Semenanjung Malaysia, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan bahkan Philipina. Formasi vegetasi alami di Taman Nasional Gunung Leuser ditetapkan berdasarkan 5 kriteria, yaitu bioklimat (zona klimatik ketinggian dengan berbagai formasi floristiknya). Empat kriteria lainnya adalah hubungan antara komposisi floristik dengan biogeografi, hidrologi, tipe batuan dasar dan tanah. Van Steenis yang melakukan penelitian pada tahun 1937 (de Wilde W.J.J.O dan B.E.E. Duyfjes, 1996), membagi wilayah tumbuh-tumbuhan di Taman Nasional Gunung Leuser dalam beberapa zona, yaitu:

  1. Zona Tropika (termasuk zona Colline, terletak 500 – 1000 mdpl). Zona Tropika merupakan daerah berhutan lebat dengan jenis tegakan kayu yang berdiameter besar dan tinggi sampai mencapai 40 meter. Pohon atau tegakan kayu yang terdapat pada Zona Tropika digunakan sebagai pohon tumpangan dari berbagai tumbuhan jenis liana dan epifit yang menarik, seperti anggrek, dan lainnya.
  2. Zona peralihan dari Zona Tropica ke Zona Colline dan Zona Sub-Montane ditandai dengan semakin banyaknya jenis tanaman berbunga indah dan berbeda jenis tumbuhan dengan Zona Tropika karena perbedaan ketinggian. Semakin tinggi suatu tempat maka pohon semakin berkurang, jenis liana mulai menghilang dan makin banyak dijumpai jenis rotan berduri.
  3. Zona Montane (termasuk zona sub montane,terletak 1000 – 1500 mdpl). Zona montane disebut juga dengan hutan montane. Tegakan kayu yang terdapat pada Zona Montane tidak terlalu tinggi hanya berkisar antara 10 – 20 meter. Pada Zona Montane Tidak terdapat jenis tumbuhan liana. Pada Zona ini terdapat Lumut yang banyak menutupi tegakan kayu atau pohon. Kelembaban udara sangat tinggi dan hampir setiap saat tertutup kabut.
  4. Zona Sub Alphine (2900 – 4200 mdpl), disebut juga hutan Ercacoid dan pada zona ini tidak dijumpai lagi pohon-pohon tinggi. Hutan Ercacoid terdiri dari lapisan tebal campuran dari pohon-pohon kerdil dan semak-semak dengan beberapa pohon berbentuk payung (familia Ericacae) yang menjulang tersendiri serta beberapa jenis tundra, anggrek dan lumut.

Peta zona-zona wilayah tumbuhan (tipe ekosistem) kawasan Taman Nasional Gunung Leuser disajikan pada Gambar dibawah ini.

Tipe Ekosistem TNGL (Sumber: gunungleuser.co.id)
Tipe Ekosistem TNGL (Sumber: gunungleuser.co.id)

Hampir seluruh kawasan Taman Nasional Gunung Leuser ditutupi atau didominasi oleh hutan Dipterocarpaceae pada Zona Tropika. Terdapat tumbuhan langka dan khas yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser antara lain daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter serta terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.

Anggrek Tanah (Sumber: gunungleuser.co.id)
Anggrek Tanah (Sumber: gunungleuser.co.id)

 

Kantong Semar (gunungleuser.co.id)
Kantong Semar (gunungleuser.co.id)

Fauna

Ditinjau dari segi geografi satwa, Pulau Sumatera khususnya Taman Nasional Gunung Leuser digolongkan ke dalam Sub Regional Malaysia. Sedangkan di Pulau Sumatera dapat ditetapkan dua garis batas fauna, yaitu Pegunungan Bukit Barisan (bagian Barat dan Timur) dan Padang Sidempuan (bagian Utara dan Selatan). Garis batas fauna lainnya terdapat di Sungai Wampu yang tembus dari Pegunungan Tanah Karo memotong wilayah Langkat Selatan. Jenis satwa yang terdapat di sebelah timur Sungai Wampu ternyata berbeda dengan yang terdapat di sebelah barat. Kekayaan fauna di Taman Nasional Gunung Leuser yang banyak terdapat di kawasan yang terletak di ketinggian 0 – 1000 mdpl. komposisi fauna mengalami perubahan dan keberadaannya mulai terbatas terdapat di daerah yang lebih tinggi.

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan habitat dari mamalia, reptil, burung, ampibi, ikan, dan invertebrata. Kawasan ini juga merupakan habitat burung dengan daftar spesies burung sebanyak 380 dengan 350 spesies di antaranya merupakan hidup menetap di Taman Nasional Gunung Leuser. Diprediksi bahwa 36 dari 50 jenis burung endemik di Sundaland, dapat juga ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Dari 129 spesies mamalia besar dan kecil di seluruh Sumatera, 65% di antaranya berada di kawasan taman nasional ini. Taman Nasional Gunung Leuser dan kawasan di sekitarnya yang disebut sebagai Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) merupakan habitat dari gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), Owa (Hylobates lar), Kedih (Presbytis thomasi).

Orang Utan (Sumber: arkive.org)
Orang Utan (Sumber: arkive.org)

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).

Siamang (Sumber: en.wikipedia.org)
Siamang (Sumber: en.wikipedia.org)

 

Rusa Sumbar (Sumber: en.wikipedia.org)
Rusa Sumbar (Sumber: en.wikipedia.org)

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir dan World Heritage Sites. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.

Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)

Dokumen DKP
Gambar Dokumen DKP

 

Dengan adanya peraturan baru terkait SVLK (Permenhut P.43 2014 dan Perdirjen BUK Nomor P.5 2014), ada persyaratan yang harus dipenuhi bagi Hutan Hak (termasuk Kayu Sisi Jalan dan/atau fasilitas umum lainnya dan/atau kayu bongkaran), Tempat Penampungan Terdaftar (TPT), Industri Rumah Tangga/Pengrajin, serta Impor Kayu dan Produk Kayu impor untuk melengkapi Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP) apabila pemilik Hutan Hak, TPT, Industri Rumah Tangga/Pengrajin, serta importer belum memiliki sertifikat legalitas kayu sampai batas waktu 31 Desember 2014.

Deklarasi Kesesuaian Pemasok yang selanjutnya disebut DKP adalah pernyataan kesesuaian yang dilakukan oleh pemasok berdasarkan telah dapat dibuktikannya pemenuhan atas persyaratan.

DKP diterbitkan apabila semua standar LK yang dideklarasikan dipenuhi. DKP ditandatangai oleh pemilik kayu. Pelaksanaan DKP pada:

  1. Hutan Hak dilakukan terhadap hasil hutan kayu dari hutan hak (kecuali yang berasal dari HGU) yang dalam penatausahaan hasil hutannya menggunakan Nota Angkutan atau SKAU.
  2. Tempat Penampungan Terdaftar dilakukan terhadap kayu yang berasal dari hutan hak dan/atau kayu olahan yang akan digunakan oleh industri primer dan/atau industri lanjutan atau oleh pemakai akhir.
  3. Industri Rumah Tangga/Pengrajin dilakukan terhadap produk kayu yang diproduksi oleh industri rumah tangga/pengrajin.
  4. Importir kayu dan produk kayu dilakukan terhadap kayu dan/atau produk kayu yang diimpor oleh importir.

Penggunaan dokumen DKP terhadap:

  1. Supplier (Pemilik Hutan Hak, TPT, IRT/Pengrajin, Importir kayu dan produk kayu) yang belum memiliki S-LK
  2. Dokumen DKP wajib digunakan per 1 Januari 2015
  3. Dokumen DKP dilampirkan pada setiap Dokumen Angkutan
  4. Masa berlaku dokumen DKP sama dengan masa berlaku dokumen angkutan.

Hal-hal yang dideklarasi kesesuaiannya pada pemilik Hutan Hak antara lain:

  • Jenis kayu
  • Jumlah potong batang
  • Nama dan alamat penerima kayu (perseorangan atau perusahaan)
  • Nomor dan tanggal Nota Angkutan/SKAU
  • Asal usul: a) Bukti kepemilikan dan nomor bukti kepemilikan; b) Alamat (dusun/kampung, desa, kecamatan, kabupaten)

Hal-hal yang dideklarasi kesesuaiannya pada Tempat Penampungan Terdaftar (TPT) antara lain:

  • Jenis produk (kayu bulat atau kayu olahan).
  • Jumlah (batang).
  • Jenis kayu.
  • Penerima dan alamat penerima produk (perseorangan atau perusahaan).
  • Nomor dan tanggal Nota Angkutan.
  • Asal usul bahan baku: a) Nama IUIPHHK dan/atau IUI/TDI dan Nomor S-LK untuk kayu olahan yang ditampung di TPT, atau; b) S-LK atau DKP bahan baku untuk kayu bulat dari hutan hak yang ditampung di TPT (fotokopi dilampirkan), atau; c) DKP Importir untuk bahan baku kayu/produk kayu impor yang ditampung di TPT (fotokopi dilampirkan).

Hal-hal yang dideklarasi kesesuaiannya pada Industri Rumah Tangga / Pengrajin antara lain:

  • Jenis produk sesuai dengan HS Code (4 digit)
  • Jumlah (m3/kg/batang/keping/kemasan)
  • Jenis kayu yang digunakan (nama latin dan nama perdagangan)
  • Penerima dan alamat penerima produk (perseorangan atau perusahaan)
  • Nomor dan tanggal Nota Angkutan
  • Asal usul bahan baku: a) Nama IUIPHHK dan/atau IUI/TDI atau TPT atau pemilik hutan hak dan Nomor S-LK, atau; b) Nama penerbit dan Nomor DKP apabila bahan baku berasal dari TPT atau hutan hak atau importir yang menggunakan DKP (fotokopi DKP dilampirkan).

Hal-hal yang dideklarasi kesesuaiannya pada Importir kayu dan produk kayu antara lain:

  • Nama jenis kayu/produk kayu (nama latin dan nama perdagangan)
  • Uraian barang dan HS Code (4 digit)
  • Jumlah barang (keping/m3/kg/batang/kemasan)
  • Waktu tiba di Indonesia (Tgl/bln/thn)
  • Dokumen Impor (Nomor Bill of Lading (B/L), Nomor Invoice, Nilai Invoice, Nomor Packing List)
  • Penerima dan alamat penerima kayu dan/atau produk kayu
  • Nomor dan tanggal Nota Angkutan
  • Asal usul Kayu dan Produk Kayu yang dideklarasikan: a) Negara panen; b) Sertifikat negara panen (jenis product claim, nomor sertifikat, nama penerbit, masa berlaku sertifikat) bila ada; c) Eksportir (nama, alamat, negara); d) Pelabuhan ekspor.

 

Sumber:

Kemenhut. 2014. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.43/Menhut-II/2014 Tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Dan Verifikasi Legalitas Kayu Pada Pemegang Izin Atau Pada Hutan Hak. Jakarta: Kementerian Kehutanan

Dirjen BUK. 2014. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.5/VI-BPPHH/2014 Tentang Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK). Jakarta: Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan

Wilayah Persebaran Hewan dan Tumbuhan di Indonesia

Persebaran keanekaragaman hayati di Indonesia sangat berkaitan erat dengan letak geografis Indonesia. Persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok atau zona yang berbeda yaitu terdiri atas:

  1. Zona orientalis/kawasan barat (Benua Asia)
  2. Zona australis/ kawasan timur (Benua Australia)
  3. Zona peralihan

Penyebaran ini telah diselidiki oleh Alfred Rusell Wallace seorang ahli zoologi dari Inggris dan seorang ilmuwan ahli zoologi dari Jerman yaitu Weber. Perbedaannya, Wallace mengamati hewan di bagian barat Indonesia, sedangkan Weber mengamati di bagian timur Indonesia. Pengamatan dari kedua ahli zoologi tersebut, terdapat pembagian penyebaran hewan di bagian barat dan timur. Hal ini ditunjukkan dengan dibuatnya garis pemisah abstrak, yaitu garis Wallace (garis yang membelah Selat Makassar menuju ke selatan hingga Selat Lombok) dan garis Weber (garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara menuju Kepulauan Aru).  Pembagian penyebaran tersebut menimbulkan adanya daerah peralihan (Gambar 1).

Zona persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia menurut Wallace dan Weber

Gambar 1 Zona persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia menurut Wallace dan Weber

Berdasarkan penyelidikan oleh Wallace dan Weber, zona orientalis meliputi wilayah barat Indonesia yaitu: Sumatra, Bali, Jawa, dan Kalimantan sehingga pada zona ini hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan memiliki kemiripan dengan yang terdapat di Benua Asia. Zona australis meliputi wilayah timur Indonesia yaitu Maluku dan Papua sehingga hewan-hewan dan tumbuh tumbuhan juga memiliki kemiripan dengan Benua Australia. Zona peralihan yaitu yang terdapat di wilayah tengah antara zona orientalis dan australis misalnya Sulawesi dan Nusa Tenggara, pada zona ini hewan-hewan dan tumbuh tumbuhannya mempunyai kemiripan antara Benua Asia dan Benua Australia.

1. Zona Orientalis (Wilayah Barat Indonesia)

Zona orientalis meliputi wilayah bagian barat Indonesia. Pada zona ini terdapat hutan hujan tropik yang didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae. Famili Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi, membentuk kanopi hutan, dan menghasilkan biji bersayap. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae antara lain: kayu kruing (Dipterocarpaceae), kayu meranti (Shorea spp.), kayu kapur (Dryobalanops aromatica), dan kayu garu (Gonystylus bancanus). Tumbuhan hutan hujan tropik dicirikan dengan kanopi rapat dan banyak tumbuhan yang memanjat (liana) seperti pohon mangga (Mangifera indica), pohon durian (Durio zibethinus) dan pohon suku (Artocarpus).

Jenis-jenis hewan pada zona ini memiliki kemiripan dengan jenis hewan di Benua Asia yang terdiri atas banyak spesies mamalia berukuran besar seperti gajah, banteng, badak, macan kumbang dan harimau serta terdapat berbagai jenis kera seperti orang utan, bekantan, tarsius, dan loris hantu.

Salah satu flora dan fauna di zona orientalis. (A) meranti (Shorea spp.) (B) orang utan
Sumber: (A) (http://geographyeducation.wordpress.com); (B) http://worldwildlife.org

Gambar 2 Salah satu flora dan fauna di zona orientalis. (A) meranti (Shorea spp.); (B) orang utan

2. Zona Australis (Wilayah Timur Indonesia)

Zona Australasia meliputi wilayah timur Indonesia. Pada zona ini terdapat hutan dengan pohon-pohon yang rendah dan berada di daerah datar seperti matoa dan Ficus (famili beringin).

Jenis-jenis hewannya memiliki kemiripan dengan jenis hewan di Benua Australia terdiri atas mamalia berukuran kecil atau hewan berkantung seperti kuskus, bandicot, oposum, dan kanguru jenis berkantung dan musang berkantung di Maluku bagian timur dan Irian Jaya. Jenis burung memiliki beragam warna seperti burung cendrawasih yang terdapat banyak di Papua dan sedikit di Maluku. Daerah di wilayah Indonesia Timur terkenal sebagai dunia burung.Terdapat 28 jenis burung berbulu, misalnya burung cendrawasih, kakaktua berjambul, dan kasuari.

Salah satu flora di zona australis yaitu Ficus sp.
Sumber: http://toptropicals.com

Gambar 3 Salah satu flora di zona australis yaitu Ficus sp.

Salah satu fauna di zona australis yaitu kuskus
Sumber: http://faunaindonesiaku.blogspot.com

Gambar 4 Salah satu fauna di zona australis yaitu kuskus

3. Zona Peralihan (Wilayah Tengah Indonesia)

Zona peralihan merupakan wilayah yang terdapat keanekaragaman hayati berasal dari zona orientalis dan zona australis. Zona ini meliputi wilayah tengah Indonesia yaitu Sulawesi dan Nusa Tenggara. Pada wilayah ini terdapat pohon eucalyptus dan hewan oposum yang lebih mirip dengan tumbuhan dan hewan dari zona Australasia. Selain itu, di Indonesia bagian tengah terdapat hewan khas Indonesia seperti anoa (mirip lembu dan hidup liar) di Sulawesi, babirusa dengan taring panjang dan melengkung terdapat di Sulawesi dan Maluku bagian barat, komodo sisa fauna purba di Pulau Komodo, burung maleo yang sangat langka terdapat di Sulawesi dan Kepulauan Sangihe.

Salah satu flora dan fauna di zona peralihan. (A) pohon eucalyptus, (B) anoa
Sumber: http://id.wikipedia.org

Gambar 5 Salah satu flora dan fauna di zona peralihan. (A) pohon eucalyptus, (B) anoa

Sumber:

Anonim. 2014. Full List of Top Tropicals Plant Photos: Ficus sp. http://toptropicals.com [6 April 2014].

Anonim. 2011. Persebarab Flora di Indonesia. http://geographyeducation.wordpress.com [6 April 2014].

Anonim. 2011. Kuskus. http://faunaindonesiaku.blogspot.com [6 April 2014].

Anonim. 2014. Eucalyptus, anoa. (http://id.wikipedia.org) [6 April 2014].

Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kistinnah I, Lestari ES. 2009. Biologi 1 Makhluk Hidup dan Lingkungan. Jakarta: Pusat Perbukuan Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

WWF. 2014. Where Do Orangutans Live? And Nine Other Orangutan Facts. http://worldwildlife.org [6 April 2014].

Keanekaragaman Hewan Berdasarkan Jenisnya di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman Hewan (fauna). Hewan (fauna) yang terdapat di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 350.000 jenis yang terdiri atas kurang lebih 250.000 serangga (± 20% fauna serangga di dunia), 2.500 jenis ikan, 1.300 jenis burung, 2.000 jenis reptilia (25% dari jenis reptil di dunia), 1.000 jenis amphibia dan 800 jenis mamalia serta sisanya merupakan hewan invertebrata lainnya. Selain berdasarkan persebarannya, keanekaragaman hewan di Indonesia dapat diamati berdasarkan jenis dan pengklasifikasian hewannya. Berikut adalah pembagian keanekaragaman hewan berdasarkan jenisnya di Indonesia.

 

  1. Keanekaragaman invertebrata

Indonesia kaya akan keanekaragaman invertebrata mulai dari yang hidup di air sampai dengan invertebrata yang hidup di darat. Berdasarkan laporan dari Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA), beberapa golongan invertebrata di Indonesia memiliki jumlah spesies yang sangat banyak. Contohnya serangga (Insekta), Indonesia memiliki kurang lebih 20% dari keseluruhan jumlah serangga di dunia. Indonesia juga memiliki 40% dari 50.000 jenis Mollusca yang ada di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak jenis invertebrata yang endemik. Beberapa jenis invertebrata yang ada di Indonesia yaitu: ketam kelapa, Asperitas (dari kelompok Mollusca), Kupu-kupu dan belalang sembah.

Apodemia mormo langei (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Apodemia_mormo_langei-02.JPG)
Apodemia mormo langei
(Sumber: Wikipedia)

 

  1. Keanekaragaman ikan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Salah satu hewan yang hidup di perairan yaitu ikan (pisces). Indonesia memiliki 2.500 jenis ikan dari 20.000 jenis ikan yang ada di dunia. Berarti, kurang lebih 12,5% jenis ikan di dunia terdapat di Indonesia. Beberapa jenis ikan yang ada di Indonesia yaitu ikan betok (Anabas testudineus), ikan botia (Botia macracanhus), ikan buntal (Tetraodon biocellatus), dan ikan sebelah atau flatfish (Achiroides melanorhyncthus).

 

  1. Keanekargaman amphibia

Indonesia memiliki 1.000 jenis amphibi dari 6.000 jenis amphibi di dunia. Berarti, kurang lebih 16,7% jenis amphibi di dunia terdapat di Indonesia. Jenis amphibi yang paling banyak ditemukan yaitu katak dan kodok. Beberapa contoh amphibi yang ada di Indonesia yaitu kodok merah (Leptophryne cruentata) merupakan kodok endemik di Jawa Barat, kodok pohon ungaran (Philautus jacobsoni) merupakan kodok yang endemik di hutan Jawa Tengah, kodok pohon mutiara (Nytixalus margaritifer), katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax) yang biasa hidup di dekat kolam dan genangan di kebun dan katak kepala pipih Kalimantan (Barbourula kalimantanensis) yang berstatus terancam punah.

 

  1. Keanekaragaman reptilia

Kondisi hutan di Indonesia yang hangat dan rimbun merupakan habitat yang cocok bagi reptilia. Oleh karena itu, tak heran Indonesia menduduki urutan keempat dunia yang memiliki jenis reptilia paling banyak, yaitu kurang lebih 2.000 spesies dari 8.000 spesies reptilia di dunia dan 29%-nya merupakan endemik. Beberapa contoh reptilia yang ada di Indonesia yaitu: tokek rumah (Gekko gecko), komodo (Varanus komodoensis), ular terbang (Chrysopelea paradisi) dan ular sanca hijau (Chondrophyton viridis).

 

  1. Keanekaragaman aves (burung)

Keanekaragaman burung di Indonesia menurut catatan Ditjen PHKA mendapat urutan kelima di dunia dengan jumlah spesies 1.519 spesies dan 28% di antaranya adalah endemik. Jenis burung yang bisa terbang, kemungkinan dapat ditemukan juga di negara lain, tetapi untuk burung yang tidak bisa terbang kebanyakan merupakan hewan endemik. Burung endemik di Indonesia selain dipengaruhi oleh morfologi tubuh juga dipengaruhi oleh letak geografis negara Indonesia yang terdiri atas beribu-ribu pulau. Setiap pulau tersebut memiliki karakteristik yang khas sehingga burung yang hidup di dalamnya pun harus beradaptasi sesuai dengan lingkungannya dia hidup. Beberapa contoh burung yang ada di Indonesia yaitu: burung tajur api (Psilopogon pyrolophus), burung towa cemerlang (Ptiloris magnificus), burung nuri kabare (Psittrichas fulgidus), dan kuau melayu (Polyplecton malacense).

 

  1. Keanekaragaman mamalia

Jenis mamalia di Indonesia terbagi ke dalam tiga wilayah yaitu wilayah barat Indonesia, wilayah peralihan dan wilayah timur Indonesia. Karakteristik binatang pada umumnya dimasing-masing wilayah berbeda misalnya di wilayah barat Indonesia, hewan-hewan yang ada cenderung mirip dengan hewan-hewan yang ada di Asia. Wilayah timur Indonesia, hewan-hewannya cenderung mirip dengan hewan di Australia. Adapun hewan di daerah peralihan merupakan gabungan dari keduanya sehingga di wilayah tersebut banyak sekali hewan-hewan endemik yang hanya ada di Indonesia. Beberapa contoh mamalia yang ada di Indonesia yaitu: meong congkok (Prinailurus viverrinus), beruang madu (Marles flavigula), bekantan (Nasalis larvatus) dan kelelawar (Pteropus vampyrus)

 

 

Sumber:

Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Jenis-Jenis Flora di Indonesia Berdasarkan Wilayahnya

beringin
Penyebaran geografi tumbuhan di kepulauan Indonesia secara keseluruhan ditentukan oleh faktor geologi, yaitu adanya Paparan Sunda di bagian barat (zona orientalis) dan Paparan Sahul di bagian timur(zona australis) yang berbeda sehingga dapat ditarik garis pemisah di antaranya. Keadaan flora mempunyai banyak persamaan tiap-tiap paparan, misalnya persamaan flora
antara Kalimantan dan Sumatra dapat mencapai 90%. Selanjutnya, variasi flora dalam tiap-tiap paparan ditentukan oleh faktor lingkungan setempat dalam hal ini tercerminkan oleh berbagai tipe vegetasi yang terdapat di paparan tersebut. Jenis-jenis flora di Indonesia berdasarkan wilayahnya dibagi menjadi tiga yaitu wilayah Indonesia bagian barat, wilayah Indonesia bagian timur dan wilayah Indonesia bagian tengah.

1. Wilayah Indonesia bagian Barat

Wilayah Indonesia bagian barat terdiri atas Sumatra, Bali, Jawa Barat, dan Kalimantan. Wilayah ini terdapat banyak curah hujan sehingga memiliki hutan lebat yang terdapat banyak pohon besar dan kecil dengan ketinggian kira-kira 60 meter, berdaun rindang dengan mahkota daunnya bertingkat tingkat, serta suasana di dalamnya lembap karena banyak didapati beragam tumbuh tumbuhan. Tumbuhan yang mendominasi wilayah ini yaitu dari famili Dipterocarpaceae seperti: kayu kruing (Dipterocarpaceae), kayu meranti (Shorea spp.), kayu kapur (Dryobalanops aromatica), dan kayu garu (Gonystylus bancanus).

Pulau Jawa, pantai timur Sumatra, dan Pantai Riau terdapat hutan-hutan bakau karena di daerah ini banyak dijumpai dataran rendah dan pantai yang berlumpur. Pohon bakau memiliki akar yang menjulang ke atas permukaan air. Pada waktu air laut surut akar menjulang ke atas dan pada waktu air laut pasang akar terendam. Pohon ini berguna menahan erosi dan kikisan ombak air laut.

2. Wilayah Indonesia Bagian Timur

Wilayah Indonesia bagian timur meliputi: Maluku dan Papua. Wilayah ini terdapat hutan musim yang memiliki ciri pada musim kemarau daun-daun tanaman berguguran, pohon-pohonnya lebih rendah daripada pohon hutan hujan tropis, pohon-pohonnya lebih jarang, ketinggian pohonnya sekitar 12-35 m. Contoh tumbuhan yang hidup di wilayah ini yaitu pohon jati, matoa dan Ficus (famili beringin), ketiga tumbuhan ini berada di daerah datar dengan pohon-pohon yang rendah.

3. Wilayah Indonesia Bagian Tengah

Wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara. Wilayah ini terdapat daerah padang rumput yang diselingi oleh semak-semak yang disebut dengan savana. Pulau Flores, Sumbawa, dan Timor terdapat hutan dengan rumput-rumputan pendek akibat curah hujan sedikit. Daerah ini cukup baik untuk usaha peternakan. Contoh tumbuhan yang hidup di wilayah ini yaitu pohon eucalyptus.

 
Sumber:

Kistinnah I, Lestari ES. 2009. Biologi 1 Makhluk Hidup dan Lingkungan. Jakarta: Pusat Perbukuan Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

Jenis-Jenis Agroforestri

Agroforestri atau yang dikenal juga dengan wanatani yang arti sederhananya yaitu menanam pohon di lahan pertanian. Agroforestri merupakan salah satu sistem pengelolaan lahan hutan dengan tujuan untuk mengurangi kegiatan perusakan atau perambahan hutan sekaligus meningkatkan penghasilan petani secara berkelanjutan. Menurut De Foresta dan Michon (1997), agroforestri dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu sistem agroforestri sederhana dan sistem agroforestri kompleks.

1. Sistem agroforestri sederhana

Sistem agroforestri sederhana adalah suatu sistem pertanian yang merupakan perpaduan satu jenis tanaman tahunan (pepohonan) yang ditanam secara tumpang sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim. Pepohonan dapat ditanam sebagai pagar mengelilingi petak lahan tanaman pangan secara acak dalam petak lahan atau dengan pola lain, misalnya berbaris dalam larikan sehingga membentuk lorong atau pagar.

Jenis-jenis pohon yang ditanam juga sangat beragam serta dapat menanam pepohonan yang bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa, karet, cengkeh, kopi, kakao (coklat), nangka, belinjo, petai, jati dan mahoni atau yang bernilai ekonomi rendah seperti dadap, lamtoro dan kaliandra. Jenis tanaman semusim biasanya berkisar pada tanaman pangan yaitu padi (gogo), jagung, kedelai, palawija, kacang-kacangan, ubi kayu, sayur-mayur dan rerumputan atau jenis-jenis tanaman lainnya seperti pisang, kopi, coklat. Sebagai contoh, budidaya pagar (alley cropping) lamtoro dengan padi atau jagung, pohon kelapa ditanam pada pematang mengelilingi sawah dsb.

Sistem agroforestri sederhana dalam perkembangannya juga merupakan campuran dari beberapa jenis pepohonan tanpa adanya tanaman semusim. Sebagai contoh, kebun kopi biasanya disisipi dengan tanaman dadap (Erythrina) atau kelorwono disebut juga gamal (Gliricidia) sebagai tanaman naungan dan penyubur tanah. Contoh tumpangsari lain yang umum dijumpai di daerah Ngantang, Malang yaitu menanam kopi pada hutan pinus.

Tumpangsari merupakan bentuk agroforestri sederhana yang paling banyak ditemukan di Pulau Jawa. Sistem ini dalam versi Indonesia dikenal dengan “taungya” yang diwajibkan di areal hutan jati di Jawa dan dikembangkan dalam rangka program perhutanan sosial dari Perum Perhutani. Petani diijinkan untuk menanam tanaman semusim di antara pohon-pohon jati muda di lahan tersebut. Hasil tanaman semusim diambil oleh petani, namun petani tidak diperbolehkan menebang atau merusak pohon jati dan semua pohon tetap menjadi milik Perum Perhutani. Bila pohon telah menjadi dewasa, tidak ada lagi pemaduan dengan tanaman semusim karena adanya masalah naungan dari pohon. Jenis pohon yang ditanam khusus untuk menghasilkan kayu bahan bangunan (timber), sehingga akhirnya terjadi perubahan pola tanam dari sistem tumpangsari menjadi perkebunan jati monokultur. Sistem sederhana tersebut sering menjadi penciri umum pada pertanian komersial.

Bentuk agroforestri sederhana dapat dijumpai pada sistem pertanian tradisional pada daerah dengan kepadatan penduduk yang rendah maupun di daerah yang berpenduduk padat. Pada daerah dengan kepadatan penduduknya rendah, bentuk agroforestri sederhana timbul sebagai salah satu upaya petani dalam mengintensifkan penggunaan lahan karena adanya kendala alam misalnya tanah rawa. Sebagai contoh, kelapa ditanam secara tumpangsari dengan padi sawah di tanah rawa di pantai Sumatera. Contoh bentuk agroforestri sederhana pada daerah yang berpenduduk padat diantaranya: pohon-pohon randu ditanam pada pematang-pematang sawah di daerah Pandaan (Pasuruan, Jawa Timur), kelapa atau siwalan dengan tembakau di Sumenep, Madura.

agroforestri sederhana

Gambar 1 Sistem agroforestri sederhana

2. Sistem agroforestri kompleks

Sistem agroforestri kompleks adalah suatu sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis pepohonan (berbasis pohon) baik sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola petani mengikuti pola tanam dan ekosistem yang menyerupai hutan. Sistem ini, selain terdapat beraneka jenis pohon, juga tanaman perdu, tanaman memanjat (liana), tanaman musiman dan rerumputan dalam jumlah banyak. Penciri utama dari sistem agroforestri kompleks ini yaitu kenampakan fisik dan dinamika di dalamnya yang mirip dengan ekosistem hutan alam baik hutan primer maupun hutan sekunder, oleh karena itu sistem ini dapat pula disebut sebagai agroforest.

Sistem agroforestri kompleks dibedakan menjadi dua berdasarkan jaraknya terhadap tempat tinggal yaitu: (a) kebun atau pekarangan berbasis pohon (home garden) yang letaknya di sekitar tempat tinggal; dan (b) agroforest yang biasanya disebut hutan yang letaknya jauh dari tempat tinggal. Sebagai Contoh, hutan damar di daerah Krui, Lampung Barat atau hutan karet di Jambi.

a. Pekarangan atau kebun

Pekarangan atau kebun biasanya terletak di sekitar tempat tinggal dan luasnya hanya sekitar 0,1-0,3 ha sehingga sistem ini lebih mudah dibedakan dengan hutan. Sebagai contoh yaitu kebun talun, karang kitri dsb.

Pekarangan atau kebun merupakan sistem bercocok-tanam berbasis pohon yang paling terkenal di Indonesia selama berabad-abad. Kebun yang umum dijumpai di Jawa Barat adalah sistem pekarangan yang diawali dengan penebangan dan pembakaran hutan atau semak belukar yang kemudian ditanami dengan tanaman semusim selama beberapa tahun (fase kebun). Pada fase kedua, pohon buah-buahan (durian, rambutan, pepaya, pisang) ditanam secara tumpangsari dengan tanaman semusim (fase kebun campuran). Pada fase ketiga, beberapa tanaman asal hutan yang bermanfaat dibiarkan tumbuh sehingga terbentuk pola kombinasi tanaman asli setempat misalnya bambu, pepohonan penghasil kayu lainnya dengan pohon buah-buahan (fase talun). Pada fase ini tanaman semusim yang tumbuh di bawahnya amat terbatas karena banyaknya naungan. Fase perpaduan berbagai jenis pohon ini sering disebut dengan fase talun. Dengan demikian pembentukan talun memiliki tiga fase yaitu kebun, kebun campuran dan talun (Gambar 2).

kebun dan talunGambar 2 Perkembangan sistem kebun talun

b. Agroforest

Agroforest merupakan hutan masif yang merupakan mosaic (gabungan) dari beberapa kebun berukuran 1-2 ha milik perorangan atau berkelompok, letaknya jauh dari tempat tinggal bahkan terletak pada perbatasan desa, dan biasanya tidak dikelola secara intensif. Contoh agroforest karet, agroforest damar dsb.

Agroforest biasanya dibentuk pada lahan bekas hutan alam atau semak belukar yang diawali dengan penebangan dan pembakaran semua tumbuhan. Pembukaan lahan biasanya dilakukan pada musim kemarau. Lahan ditanami padi gogo pada awal musim penghujan yang disisipi tanaman semusim lainnya seperti jagung dan cabe untuk satu sampai dua kali panen. Setelah dua kali panen tanaman semusim, intensifikasi penggunaan lahan ditingkatkan dengan menanam pepohonan misalnya karet, damar atau tanaman keras lainnya. Periode awal ini, terdapat perpaduan sementara antara tanaman semusim dengan pepohonan.

Saat pohon sudah dewasa, petani masih bebas memadukan bermacam- macam tanaman tahunan lain yang bermanfaat dari segi ekonomi dan budaya, misalnya penyisipan pohon durian atau duku. Tanaman semusim sudah tidak ada lagi. Tumbuhan asli asal hutan yang bermanfaat bagi petani tetap dibiarkan kembali tumbuh secara alami, dan dipelihara di antara tanaman utama, misalnya pulai, kayu laban, kemenyan dan sebagainya. Pemaduan terus berlangsung pada keseluruhan masa keberadaan agroforest. Tebang pilih akan dilakukan bila tanaman pokok mulai terganggu atau bila pohon terlalu tua sehingga tidak produktif lagi.

Sumber:

De Foresta, Kusworo HA, Michon G, Djatmiko WA. 2000. Ketika kebun berupa hutan-Agroforest khas Indonesia-sebuah sumbangan masyarakat. Bogor: ICRAF.

Hairiah K, Sardjono MA, Sabarnurdin S. 2003. Pengantar Agroforestri. Bogor: ICRAF.

Hairiah K, Widianto, Sunaryo. 2003. Sistem Agroforestri di Indonesia. Bogor: ICRAF.