Gaharu merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, karena kayunya mengandung resin yang harum. Gaharu dihasilkan dari tanaman hutan yang mengalami pelapukan sebagai akibat infeksi jamur sehingga menghasilkan gubal yang mengandung dammar wangi (aromatik resin). Resin berbentuk gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai coklat kehitaman yang terbentuk pada lapisan dalam dari jenis kayu tertentu sebagai reaksi dari infeksi atau luka. Resin dapat melindungi tanaman dari infeksi yang lebih besar, sehingga dapat dianggap sebagai sistem imun.

gaharu2
Sumber: (http://kayumulia.blogspot.com)

Gambar 1 Gaharu

Tanaman penghasil gaharu secara alami tumbuh di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa nama diberikan pada gaharu, seperti agarwood, aloeswood, gaharu (Indonesia), ood, oudh, oodh (Arab), chenxiang (China), pau d’aquila (Portugis), bois d’aigle (Perancis), dan adlerholz (Jerman). Aquilaria merupakan tanaman penghasil gaharu yang saat ini menjadi jenis yang dilindungi di banyak negara dan eksploitasi gaharu dari hutan alam dianggap sebagai kegiatan illegal. Adapaun tanaman penghasil gaharu dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Tanaman penghasil gaharu

No.

Jenis Tanaman

Penyebaran

1. Aquilaria hirta Ridl. Terdapat di Semenanjung Malaya, Sumatera dan Bangka
2. A. crassna Pierr ex H. Lee Tersebar di Indo-China dan Thailand
3. A. malaccensis Lamk. Banyak tersebar di India, Burma, Malaysia, Jawa Barat, Kalimantan dan Philipina
4. A. beccariana van Tiegh. Banyak tersebar di Malaysia, Sumatera dan Kalimantan
5. Wikstroemia tenuiramis Miq. Banyak tersebar di Malaysia dan Kalimantan
6. W. Polyantha Merr. Banyak dijumpai di Malaysia, Jawa Barat dan Kalimantan
7. Enkleia malaccensis Griff. Dapat ditemukan di India, Burma, Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan dan Philipina
8. Gonystylus bancanus Griff (Miq.) Kurz., G. Macropyllus (Miq.) Airy Show., Aetoxylon sympetalum (Steen & Domke) Airy Show, Girinops verstegii Lombok, Malaya, Sumbawa, NTT, Sulawesi dan Irian

 

Baca juga mengenai: Produk Kayu Olahan Di Indonesia

Permintaan terhadap gubal gaharu di dunia semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk disertai dengan meningkatnya kesejahteraan hidup, perubahan gaya hidup dan didukung oleh kemajuan iptek. Bersamaan dengan itu, ekspor gaharu di Indonesia juga mengalami peningkatan yang pesat. Menurut data BPS ekspor gaharu di Indonesia dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 51%. Negara tujuan ekspor gaharu antara lain Singapura, Saudi Arabia, Taiwan, Uni Emirat Arab, India, Hongkong dan Jepang.

Gaharu memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu dapat digunakan sebagai bahan parfum, obat-obatan, kosmetik, dupa, hio dan setanggi. Manfaat gaharu sebagai obat-obatan sangat beragam antara lain: sebagai antiasmatik, antimikroba, stimulan kerja syaraf dan pencernaan. Segi etnobotani di Cina, gaharu digunakan sebagai obat sakit perut, Aphrodisiac (perangsang nafsu birahi), anodyne (penghilang rasa sakit), kanker, diare, tersedak, ginjal, tumor dan paru-paru. Eropa juga menggunakan gaharu sebagai obat kanker, sedangkan di India gaharu digunakan untuk obat tumor usus. Kasiat gaharu untuk berbagai macam obat disebabkan karena gaharu mengandung 17 macam senyawa antara lain: 3,4-dihydroxydihydroagarufuran, agaros-pirol, p-methoxybenzylacetone, aquillochin dan noroxoagarufuran.

Selain produk gubal, bagian lain dari pohon gaharu seperti daun dan buah diyakini oleh masyarakat sasak berkhasiat sebagai obat malaria. Selain itu, kulit kayu yang memiliki serat dapat dibuat talitemali atau produk kerajinan lainnya yang cukup berharga.

Baca juga mengenai: Klasifikasi Tumbuhan Kayu

 

 

 

Sumber:

Anonim. 2012. Budidaya Gaharu, Satu Pohon Hasilkan Puluhan Juta. http://kayumulia.blogspot.com/2012/03/budidaya-gaharu-satu-pohoh-hasilkan.html [21 April 2014].

Baharuddin, Taskirawati I. 2009. Hasil Hutan Bukan Kayu. Makasar: Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.

Moko H. 2008. Menggalakan Hasil Hutan Bukan Kayu Sebagai Produk Unggulan.

Informasi teknis 6(2), September 2008. Balai Besar Penelitian        Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

Suharti S. 2009. Prospek Pengusahaan Gaharu Melalui Pola Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM). Info Hutan 7(2): 141-154.

Squidoo. 2008. Production and Market-ing of Cultivated Agarwood. http://www.squidoo. com/agarwood [3 November 2008].