Klasifikasi tumbuhan kayu terbagi menjadi dua kelompok yaitu kayu keras dan kayu lunak. Pohon kayu keras dan kayu lunak memiliki perbedaan. Berdasarkan klasifikasi tumbuhan keduanya sama-sama termasuk ke dalam divisi tumbuhan spermatophyta (tumbuhan yang menghasilkan biji), tetapi kayu keras dan kayu lunak berbeda pada subdivisi. Kayu keras berada pada subdivisi Angiospermae, sedangkan kayu keras berada pada subdivisi Gymnospermae (Gambar 1). Tumbuhan pada subdivisi Angiospermae ditandai dengan produksi biji di dalam ovarium, sedangkan Gymnospermae menghasilkan biji yang tidak memiliki lapisan penutup. Perbedaan kayu lunak dan kayu keras tidak hanya dalam hal penampakan luarnya saja, tetapi kayu-kayu yang dibentuknya juga berbeda dalam struktur dan morfologinya. Selain itu, tipe sel dan jumlah serta penyusunnya juga terdapat perberbedaan.

Sumber: Shmulsky R, Jones PD, Lilley K. 2011
Sumber: Shmulsky R, Jones PD, Lilley K. 2011

  Gambar 1 Klasifikasi tumbuhan kayu

Pohon kayu lunak memiliki ciri yaitu daunnya seperti jarum (daun jarum). Tidak semua jenis pohon kayu lunak memiliki daun yang seperti jarum. Contohnya Agathis sp. memiliki bentuk daun laset dan cukup lebar. Istilah daun jarum pada kayu lunak ditentukan berdasarkan pemeriksaan ada tidaknya pembuluh pada penyusun batang pohon tersebut. Pada kayu lunak tidak memiliki pembuluh dan serat-serat kayunya banyak mengandung trakeida-trakeida. Pohon kayu lunak dikenal sebagai evergreen karena sebagian besar tetap hijau sepanjang tahun dan setiap tahunnya hanya sedikit saja daun yang berjatuhan. Pohon kayu lunak memiliki buah yang bersisik berbentuk kerucut (cone) sehingga disebut dengan konifer. Pada umumnya batang pohon jenis kayu lunak bentuknya silindris, percabangannya monopodial dan bentuk tajuk meruncing.

Klasifikasi tumbuhan kayu lunak yaitu termasuk dalam ordo Coniferales, subdivisi Gymnospermae. Famili yang termasuk dalam ordo ini adalah Cupreceae (cedar, juniper, dll), Taxaeae (yew), Pinaceae (pinus, spruce), Taxodiaceae (redwood, dalcypress). Jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok kayu lunak pada belahan bumi bagian utara yaitu: genus Pinus (pinus), Picea (cemara/spruce), Larix (larch/pinus berdaun runcing), Abies (fir), Tsuga (hemlock/cemara beracun), Sequoia (redwood), Taxus (yew), Taxodium (cypress), Pseudotsuga (douglas fir) dan genus yang umum dikenal sebagai cedars/pohon aras (Juniperus , Thuja , Chamaecyparis and Calocedrus). Adapun di Indonesia juga bayak terdapat jenis kayu lunak antara lain: Pinus sp., Agathis sp., Araucaria sp., Maesopsis sp., dan Casuarina sp.

Sumber: http://www.noosanativeplants.com
Sumber: http://www.noosanativeplants.com

Gambar 2 Pinus elliottii merupakan salah satu spesies tumbuhan kayu lunak

Berbeda dengan kayu lunak, kayu keras memiliki daun lebar (umumnya berubah warna dan jatuh pada musim gugur di daerah beriklim sedang). Pohon kayu keras menghasilkan biji di dalam acorns, pods (kulit buah) atau badan buah lainnya. Selain itu, pohon kayu keras lebih banyak memilki cabang dan tajuk berbentuk bulat. Tidak semua pohon kayu keras menggugurkan daun pada musim gugur dan pada daerah tropis seperti jenis Acacia sp. dan Albizia sp. tidak pernah menggugurkan daunnya. Kayu keras memiliki pembuluh pada penyusun batang pohonnya, hal ini yang membuat adanya perbedaan pokok antara kayu lunak dengan kayu keras. Secara insidentil tidak semua kayu keras menghasilkan kayu keras dan padat. Meskipun ada implikasi nama kayu keras dan kayu lunak, banyak pohon kayu lunak menghasilkan kayu yang lebih keras dan lebih padat dari pada kayu yang dihasilkan oleh sebagian pohon kayu keras. Kayu balsa misalnya, yang merupakan kayu yang teringan di dunia merupakan spesies kayu keras. Kayu keras yang termasuk ke dalam subdivisi Angiospermae juga dibagi menjadi dua ordo yaitu monokotil dan dikotil (Gambar 1). Angiospermae memiliki kurang lebih 25 famili.

Jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam kayu keras pada ordo dikotil di belahan bumi bagian utara antara lain yaitu: Quercus (oak), Fraxinus (ash), Ulmus (elm), Acer (maple), Betula (birch), Fagus (beech), and Populus (cottonwood/ pohon kapuk, aspen). Adapun jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam kayu keras pada ordo monokotil di belahan bumi bagian utara yaitu: palem (palms) dan yuccas. Sekitar 2.500 spesies palem dapat memproduksi kayu dalam jumlah relatif besar dengan diameter serat batang kuat apabila dalam kondisi bulat (batang kayu utuh), tetapi akan cenderung berantakan apabila kayu dipotong. Beberapa jenis palem dapat menghasilkan batang kayu yang cocok untuk produksi lokal untuk digunakan sebagai bahan bangunan yang terbuat dari kayu. Panel komposit dan lantai dapat dibuat dari sebagian olahan batang kayu serta kertas dapat dibuat dari serat kayu.

Sumber: http://www.internationaloaksociety.org
Sumber: http://www.internationaloaksociety.org

Gambar 3 Quercus acerifolia merupakan salah satu spesies tumbuhan kayu keras

 

 

Sumber:

Anonim. 2014. Pinus elliottii. http://www.noosanativeplants.com [10 April 2014].

Anonim. 2014. Quercus acerifolia. http://www.internationaloaksociety.org [10 April 2014].

Haygreen GJ, Bowyer JI. Forest Product and Wood Science an Introduction. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muhdi. 2004. Riap Pohon Jenis Daun Jarum dan Pohon Jenis Daun Lebar [Skripsi]. Medan: Ilmu Kehutanan-Fakultas Pertanian USU.

Shmulsky R, Jones PD, Lilley K. 2011. Forest Products and Wood Science An Introduction. Edisi ke-6. USA: Wiley-Blackwell.