Perbedaan Struktur Kayu Keras dan Kayu Lunak Secara Mikroskopis

Kayu yang terbentuk oleh kayu keras sangat berbeda dengan kayu lunak. Kayu lunak hanya terdiri dari beberapa jenis sel, memiliki struktur yang relatif sederhana dan sering tidak memiliki penampilan yang khas. Kayu keras terdiri dari proporsi yang sangat beragam dengan jenis sel yang berbeda sehingga mempunyai karakteristik yang unik. Karakteristik yang unik dari kayu keras […]

Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia

Persebaran makhluk hidup di Indonesia terletak antara zona oriental, zona australasia, serta zona peralihan, sehingga memiliki keunikan dan mempunyai banyak tumbuhan dan hewan langka. Tumbuhan dan hewan langka dapat mengalami kepunahan apabila tidak dilindungi dengan baik, sehingga diperlukan tindakan pelestarian dan konservasi. Artikel berikut ini akan dibahas mengenai tumbuhan dan hewan yang langka di Indonesia […]

Struktur Kayu Keras

Sebelum lebih lanjut untuk mengetahui struktur kayu keras, sebaiknya baca dulu mengenai (Perbedaaan struktur kayu keras dan kayu lunak secara mikroskopis). Dalam artikel tersebut menjelaskan Perbedaaan struktur kayu keras dan kayu lunak secara mikroskopis. Struktur kayu keras lebih bervariasi dan lebih kompleks dibandingkan dengan struktur kayu lunak. Kayu keras terdiri dari proporsi yang sangat beragam […]

Taman Nasional yang Ada Di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang sangat besar. Beragam tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, dan jasad renik lain banyak terdapat di Indonesia. Bahkan banyak jenis makhluk hidup yang merupakan makhluk hidup endemik atau hanya ditemukan di suatu daerah saja. Supaya keanekaragaman hayati ini tetap terjaga dengan baik, diperlukan suatu upaya pelestarian terhadap […]

Apa itu Agroforestri?

Ketersediaan lahan pertanian yang semakin lama semakin berkurang, hal ini mendorong para petani untuk membuka lahan pertanian di daerah pinggir hutan. Konversi hutan alam menjadi lahan pertanian telah disadari menimbulkan berbagai macam kerugian dan masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. Masalah ini bertambah berat […]

Kayu Lapis Struktural

Kayu lapis struktural adalah produk planel dari lembaran-lembaran vinir yang direkatkan sehingga arah serat dari beberapa vinir kayu tegak lurus dan yang lainnya sejajar pada sumbu panjang panel. Pada sebagaian besar jenis kayu lapis, orientasi seratnya dari setiap lembar diterapkan sejajar satu sama lain; orientasi serat vinir berdekatan terletak di sudut kanan. Oleh karena itu, […]

Hasil Hutan Bukan Kayu

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan sumber daya alam yang sangat melimpah di Indonesia dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Sampai dengan tahun 2004, luas hutan Indonesia seluas 120,35 juta ha. Seluas 109,9 juta ha telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai kawasan hutan. Kawasan hutan tersebut terdiri atas hutan konservasi seluas 23,24 juta […]

Organ Tumbuhan dan Fungsinya

Organ pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas akar, batang, daun, bunga, biji, dan buah. Setiap organ pada tumbuhan memiliki fungsi tertentu yang khusus, tetapi mereka saling berhubungan dan saling mendukung satu-sama lain. Berikut akan diuraikan fungsi maupun jaringan-jaringan yang membentuk setiap organ pada tumbuhan.   Akar Akar sebagai organ pada tumbuhan dibentuk dari beberapa jaringan […]

Penjelasan Singkat Permenhut P.68/Menhut-II/2011

Pada tanggal 21 Desember 2011 Permenhut P.38 tahun 2009 telah direvisi menjadi Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P. 68/Menhut-II/2011 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2009 Tentang Standar dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak. Pasal – pasal yang direvisi di […]

Penjelasan Singkat Permenhut P.42/Menhut-II/2013

Penjelasan Singkat Permenhut P.42/Menhut-II/2013 bertujuan untuk membantu masyarakat memahami peraturan tersebut. Permenhut P.42/Menhut-II/2013 ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2013 oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Permenhut P.42/Menhut-II/2013 merupakan revisi ketiga dari Permenhut P.38/Menhut-II/2009. Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.38/Menhut-II/2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.42/Menhut-II/2013 […]